Our Ocean Youth Leadership Summit: Training Our Future Leaders

22
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara dalam Our Ocean Youth Leadership Summit di Bali, Senin (29/10). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Bali – Upaya pelestarian ekosistem laut dari berbagai ancaman menjadi fokus utama Our Ocean Youth Leadership Summit yang merupakan bagian dari penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua Bali, pada tanggal 29-30 Oktober 2018.

“Kehadiran Anda di tahun 2018 (OOC) menunjukkan bahwa kita, pemerintah Indonesia dan negara-negara lainnya yang telah mencintai dan melestarikan lautan, sangat peduli tentang masa depan generasi; mereka adalah Anda, para pemimpin masa depan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka Our Ocean Youth Leadership Summit, Senin (29/10) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi juga berbagi pengalamannya dalam bisnis perikanan yang sudah ia rintis sejak muda. “Ini dimulai dengan mimpi untuk mengembangkan sektor perikanan Indonesia. Saya menggunakan semua milik saya, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.

Menurutnya, kreativitas, keahlian, dan pendidikan yang hebat tidak berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan kerja keras. “Kamu harus bekerja keras untuk mencapai kesuksesan,” cetusnya.

Bertema Our Ocean Our Legacy, OOC 2018 menekankan bahwa lautan membutuhkan pemimpin-pemimpin muda dengan kemampuan dan kemauan yang kuat untuk melanjutkan apa yang telah diprakarsai oleh pendahulu mereka.

“Pertemuan di Bali ini akan menjadi aset untuk Anda di masa depan,” kata Menteri Susi kepada para generasi muda yang hadir.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 merupakan bagian kegiatan OOC 2018 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Sustainable Ocean Alliance (SOA) Global, cabang Indonesia, dan organisasi pemuda Divers Clean Action.

Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 ini akan diselenggarakan dua hari pada 29-30 Oktober di Balai Tanjung Benoa, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Pertemuan ini dihadiri oleh 189 peserta berusia 17 hingga 35 tahun yang berasal dari 52 negara. Mereka dipilih dari 500 kandidat yang mewakili 56 negara.

Acara ini menampilkan seminar dan diskusi interaktif dengan fokus pada area aksi sustainable blue economy, polusi laut, kawasan lindung laut, dan keamanan maritim.

Pembicara utamanya adalah tokoh-tokoh terkemuka yang ahli di bidangnya, seperti managing editor World Ocean Charles Goddard dari The Economist dan utusan spesial kelautan United Nations Peter Thomson. Sementara itu, ada pameran Youth Start Up Booths yang memamerkan teknologi dan inovasi yang dikembangkan oleh pemuda untuk mendukung kesehatan laut. Mereka diawasi oleh SOA. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments