OJK Dukung Upaya KKP Kembangkan Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan

41
Acara peresmian Pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Nelayan di Pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat (6/6). Dok. Humas KKP/Handika Rizki

KKPNews, Indramayu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung program dari Kementerian Kelautan dan  Perikanan (KKP) untuk terus memajukan sektor kelautan dan perikanan. Utamanya melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Nelayan yang operasionalnya telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (6/6).

Pada peresmian tersebut, Presiden mengatakan bahwa nelayan mengeluhkan masalah permodalan dan pembiayaan. Selain itu Presiden Jokowi berpesan kepada nasabah dan nelayan jika menerima pembiayaan atau kredit harus digunakan untuk usaha yang produktif dan tertib mengembalikan pokok dan bunga.

“Pendampingan dan perkuatan modal kerja LKM Nelayan ini dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan (LPMUKP),” ujar Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo.

Anto menambahkan, khusus untuk LKM Nelayan yang disebut juga sebagai bank mikro nelayan memiliki bunga yang lebih rendah, tanpa agunan, dan mengutamakan pendampingan untuk nelayan.

Suku bunga yang diberikan LPMUKP kepada LKM saat ini sekitar 3%, sedangkan suku bunga untuk nasabah 7% per tahun. Tetapi Presiden Joko Widodo berharap bunga ini dapat lebih rendah. Kredit ini diperuntukkan kepada nelayan, peternak maupun petambak yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya seperti pengadaan peralatan, pakan ternak, bibit untuk nelayan budidaya, serta pemeliharannya.

Menurut Anto, selama ini OJK dan KKP telah menjalankan program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) yang memberikan pembiayaan industri jasa keuangan kepada pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan. Hingga akhir Maret 2018, tercatat telah mencapai Rp28,02 triliun.

Sinergi OJK dan KKP dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan selama ini sudah berjalan baik, seperti program asuransi nelayan, dengan capaian tahun 2017 sebanyak 500 ribu nelayan dengan jumlah premi Rp87,5 miliar, dan jumlah klaim per April 2018 sebesar Rp36,3 miliar.

Selain itu sudah berjalan juga program asuransi usaha budidaya udang, dengan capaian sebanyak 2.004 pembudidaya, luas area 3.300 hektare dan jumlah premi sebesar Rp1,5 miliar. Jumlah klaim per April 2018 yaitu 57,41 Ha dengan nilai klaim Rp287 juta. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments