Nelayan Kabupaten Cirebon Serahkan Alat Tangkap Yang Dilarang

441
Alat tangkap dogol yang digunakan oleh nelayan di Kabupaten Cirebon

KKPNews, Jakarta – Masyarakat nelayan di daerah Ambulu, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat secara sukarela menyerahkan 465 (empat ratus enam puluh lima) unit alat tangkap Dogol Garok kepada aparat Pengawas Perikanan Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kejawanan, pada 1 Januari 2017.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Unggul Senoadji, Kepala Satuan Kerja PSDKP Kejawanan alat tangkap terlarang tersebut rencananya akan dimusnakan oleh nelayan pada minggu kedua bulan Januari 2017, sedangkan besi-besi yang masih utuh akan digunakan sebagai terumbu karang buatan di perairan laut Cirebon.

Kasatker PSDKP Kejawanan juga menyampaikan bahwa latar belakang penyerahan alat tangkap tersebut adalah kesadaran masyarakat nelayan betapa saat ini kesulitan mencari ikan dan udang dikarenakan sumberdaya yang telah habis akibat dari alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan. Nelayan berkeinginan mengembalikan perairan Cirebon sebagai penghasil udang seperti masa lalu. Untuk itu, sebagaian nelayan telah menyadari dan mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Penyerahan alat tangkap tersebut dilakukan oleh nelayan secara sukarela setelah aparat Pengawas Perikanan melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para nelayan pengguna alat tangkap tersebut untuk mematuhi peraturan yang telah diterbitkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, ungkap Kepala Satuan Kerja PSDKP Kejawanan Unggul Senoadji.

Alat tangkap dogol (danish seines) merupakan salah satu jenis alat tangkap yang dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2/Permen-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.(SBO)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (78.9%)
  • Senang (10.5%)
  • Sedih (5.3%)
  • Marah (5.3%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments