Nelayan Dukung Kebijakan Penenggelaman Kapal

87
Nelayan Natuna Mahyu dan Tarmini. Dok. Detkcom

KKPNews, Natuna – Sejak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan penenggelaman kapal ikan asing yang kedapatan mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia, keberadaan kapal ilegal asing di Indonesia turun drastis. Hal ini diakui oleh nelayan lokal yang mulai merasakan manfaatnya.

Laut Natuna Utara misalnya. Laut dengan sumber daya ikan nan berlimpah ini dulunya adalah wilayah yang paling rawan disusupi oleh kapal-kapal maling ikan dari negara tetangga. Namun sekarang kapal ilegal asing sudah sangat jarang ditemukan.

“Itu memang sudah drastis turun, tapi masih ada. Tapi tidak sebanyak dulu. Kalau dulu konvoinya banyak, tapi kalau sekarang kita mau nengok satu saja sudah susah,” ucap Mahyu, nelayan dari Kecamatan Sumbi, Natuna, Selasa (30/01).

Menurut nelayan lokal, sebelum adanya kebijakan tegas dari pemerintah dengan menenggelamkan kapal-kapal asing, banyak kapal asing ilegal yang sama sekali tidak mempedulikan keberadaan nelayan lokal.

“Kalau dulu dari garis pantai itu 5 mil sudah dibabat, tapi sekarang enggak, sudah 30-40 mill baru jumpa dia. Itu kadang-kadang dua buah tiga buah dari Vietnam,” tambah Mahyu.

Dengan berkurangnya keberadaan kapal ikan asing ilegal di Indonesia, nelayan merasakan banyak manfaat. Mahyu bercerita, kini sekali melaut ia bisa mendapat keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Bukan hanya itu, waktu melaut pun bisa lebih panjang, satu minggu hingga belasan hari.

“Operasional minimal itu Rp10 juta, karena minimal itu kita melaut 1 minggu, jadi tidak datang langsung pulang. Dengan modal segitu alhamdulillah kadang-kadang bisa sampai Rp20 juta lebih, soalnya kita juga kejar target juga,” kata dia.

Senada dengan Mahyu, Tarmini yang juga merupakan nelayan Natuna mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya saat ini kapal-kapal pencuri ikan sudah sangat jarang ditemui.

“Kalau kapal asing saya tengok sepi, tidak pernah kami jumpai sama sekali. Tapi kemarin masih ada yang tangkap dengan bahan peledak,” ungkap Tarmini. (ilhamnftra/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments