Nelayan di Lokasi Ini Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Saat Melaut

101
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Masyarakat utamanya nelayan diminta untuk mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di beberapa kawasan perairan Indonesia. Hal ini menyusul peringatan dini yang diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi munculnya gelombang tinggi di sejumlah kawasan perairan Indonesia, yang mulai berlaku sejak 10 Januari 2019 pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari 2019 pukul 07.00 WIB.

Melalui laman resminya, BMKG menghimbau masyarakat sekitar dan kapal yang melintas untuk berhati-hati terutama jika sedang berada pada kawasan yang terdapat dalam daftar.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala BMKG Gorontalo, Indar Adi Waluyo meminta Nelayan tradisional, kapal tongkang, kapal penyeberangan, kapal ukuran besar seperti kapal pesiar dan kargo untuk memperhatikan tinggi gelombang dan kecepatan angin di jalur yang dilalui.

BMKG menyatakan ketinggian yang bervariatif mungkin akan terjadi dari level ‘waspada’ dengan ketinggian antara 1,25-2,50 meliputi:

  1. Selat Malaka bagian utara
  2. Perairan Sabang-Banda Aceh
  3. Perairan Barat Aceh
  4. Perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai
  5. Perairan Bengkulu
  6. Perairan barat Lampung
  7. Samudra Hindia barat Sumatera
  8. Selat Sunda bagian selatan
  9. Perairan selatan Jawa hingga Sumbawa
  10. Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan
  11. Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT
  12. Perairan Selatan Pulau Sumba-Rote-Kupang
  13. Laut Timor
  14. Laut Natuna Utara
  15. Perairan Kepulauan Anambas hingga Kep Natuna
  16. Laut Natuna
  17. Perairan Timur Bintan-Lingga
  18. Selat Makassar Bagian Tengah dan Utara
  19. Laut Sulawesi
  20. Perairan utara Sulawesi
  21. Laut Maluku bagian selatan
  22. Perairan utara Kep. Banggai hingga Sula
  23. Perairan Biak hingga Jayapura
  24. Laut Arafuru Bagian Barat

Sedangkan, level ‘berbahaya’ dengan ketinggian 2,5-4 meter untuk kawasan Perairan Kep. Sangihe-Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Halmahera,  Perairan Utara Papua Barat, Laut Halmahera, dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

“Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya, khususnya yang tercantum dalam daftar,” tutur BMKG melalui laman resmi bmkg.go.id. (Yaumil Syiam Fikri/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments