Natuna Surga Perikanan Indonesia

116
Ilustrasi

KKPNews, Natuna – Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Natuna juga berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Sumber daya perikanan laut Natuna mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun menjadikannya sebagai spot ideal bagi para nelayan untuk melaut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta para nelayan lokal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia agar tidak ragu untuk mencari ikan di Natuna. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, Natuna memiliki potensi perikanan tangkap yang besar. Terlebih lagi saat ini di Natuna sudah dibangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) sehingga nelayan dapat langsung menjual tangkapannya.

Namun Sjarief menjelaskan, nelayan yang akan melaut di Natuna harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Nelayan tak diperbolehkan menggunakan alat tangkap merusak lingkungan seperti cantrang atau trawl.  Ia tak ingin ekosistem yang hidup di laut Natuna yang tidak terlalu dalam dirusak oleh operasi kapal besar yang menggunakan cantrang.

Menurut Sjarief, selama ini, Laut Natuna kerap menjadi gudang ikan bagi kapal asing pelaku illegal fishing. Oleh karena itu, KKP dibantu oleh TNI AL dan Bakamla akan terus mengawasi dan menjaga teritori wilayah Laut Natuna dari kegiatan illegal fishing yang dilakukan nelayan asing.

“Masih ada (kapal pencuri asing) pasti namanya orang cari makan. Barangkali kita lengah dan semoga tidak lengah,” tutur Sjarief.

Oleh karena itu, Sjarief mengimbau nelayan lokal untuk memenuhi Laut Natuna sambil turut mengawasi aktivitas kapal ilegal asing. Tentunya, bijak memanfaatkan kekayaan laut Indonesia dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. (Dhiwa Lanthika Gamandaru/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments