Naiki Paddle Board, Menteri Susi Panen Rumput Laut di Perairan Fakfak Papua Barat

120
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat melakukan panen raya rumput laut di kampung Saharei Distrik Fakfak Timur Kabupaten Fak Fak, Papua Barat. Jumat (23/3). Dok. Humas KKP/Handika Rizki R.

KKPNews, Fakfak – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan panen raya rumput laut di kampung Saharei Distrik Fakfak Timur Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, Jumat (23/3). Tanpa ragu, Susi langsung turun ke laut dengan menaiki paddle board dan memanen rumput laut bersama puluhan pembudidaya yang telah menunggu kedatangannya.

Panen raya rumput laut tersebut dilakukan pada lahan seluas 4 hektar yang merupakan hasil dukungan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemda setempat.
Susi tiba di Fakfak setelah sebelumnya melakukan rangkaian kunjungan kerja selama 7 (tujuh) hari ke beberapa Kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Panen raya ini diharapkan akan menjadi awal menuju ekonomi masyarakat yang lebih baik. Saya ingin rumput laut ini menjadi alternatif usaha dan secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat di sini,” ungkap Susi didepan ratusan masyarakat yang hadir.

“Saya ingin bapak dan ibu di sini menekuni usaha budidaya rumput laut ini. Di sini ada PT. Algae, saya harap nanti harga rumput laut tidak dipencet-pencet. Perusahaan harus peduli dengan pembudidaya, sehingga masyarakat akan terpacu semangatnya untuk bekerja.

Nah, jika perusahaan punya niat baik nanti perusahaan pasti akan sukses,” kata perempuan kelahiran Pangandaran ini.

Dirinya juga menyampaikan bahwa perairan di tanah Papua ini luar biasa kaya, oleh karenanya Susi berpesan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumberdaya laut; memanfaatkan dengan cara bertanggung jawab, dan tidak merusak demi anak cucu kita.

“Bapak Ibu harus bersyukur atas karunia Tuhan dengan kekayaan perairan yang luar biasa besar. Pemerintah telah berhasil mengusir para pelaku illegal fishing, sebanyak 363 kapal asing telah kita tenggelamkan,” ujar Susi.

“Sekarang ikan melimpah, bapak ibu harus bersyukur, caranya yakni dengan memanfaatkan dan melestarikan sumbe rdaya yang ada. Kalau bapak ibu kufur, nanti pasti akan celaka. Saya ingatkan bapak ibu tidak melakukan penangkapan ikan dengan portas, ngeruk pasir, dan buang sampah plastik di laut,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kebun bibit rumput laut kultur jaringan sebanyak 40 unit atau seluas 2,5 hektar kepada kelompok pembudidaya di kampung Saharei.

“Saya juga titip pesen bantuan bibit agar-agar hasil kultur jaringan ini bisa dimanfaatkan. Dulu saya minta Pak Dirjen Slamet (Dirjen Perikanan Budidaya) cari solusi untuk mengganti bibit yang lama. Akhirnya, kita telah berhasil kembangkan bibit berkualitas ini diberbagai daerah termasuk di Fakfak,” pesan Menteri Susi.

Saat berdialog dengan Menteri Susi, Ketua Adat Saharei, Abdul Kadir Manggawa, mengungkapkan, dukungan rumput laut yang diberikan pemerintah sangat membantu dalam memberikan tambahan pendapatan. Ia juga menyampaikan keinginannya kepada pemerintah untuk merealisasikan program transfer nelayan. Menurutnya ini harapan semua masyarakat. Dengan program transmigrasi nelayan ke Distrik Weri, akan ada transfer pengetahuan bagi masyarakat. Kadir juga meyakini jika SDM manusia kuat, pembangunan akan berjalan baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Menteri atas dukungan rumput laut ini. Oleh karenanya, ke  depan mohon fasilitasi dari ibu Menteri dan Bapak Bupati, agar harga rumput laut bisa stabil dan bagus terus. Hal ini akan menambah semangat kami untuk menekuni usaha ini,” pinta kadir.

Susi juga membuka acara workshop rumput laut nasional di Hotel Grand Papua. Workshop yang bertajuk “Kemitraan antara Pemerintah dan Swasta untuk Membangun Bisnis Rumput Laut Berkelanjutan” dihadiri seluruh stakeholders rumput laut mulai dari perusahaan industri nasional, eksportir, pemerintah, praktisi, pembudidaya, dan elemen lainnya. (Humas DJPB/MD)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments