Menteri Susi Wakili Presiden pada Pertemuan Ekonomi Kelautan di Norwegia

17
Dok. Humas KKP

KKPNews, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diutus Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Sherpa Meeting of the High Level Panel on Building a Sustainable Ocean Economy di Oslo, Norwegia, Selasa (19/6). Menteri Susi diutus untuk mewakili Presiden sebagai sebagai anggota Panel Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan (High-Level Panel on Building Sustainable Ocean Economy) sebagaimana undangan PM Norwegia Erna Solberg.

Panel Tingkat Tinggi (PTT) tersebut digelar karena dunia menyadari laut memiliki potensi yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan manusia, menyediakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi bila dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Guna memaksimalkan pemanfaatan potensi laut ini, butuh konsensus dunia untuk menyamakan persepsi di tengah ancaman terhadap kesehatan dan produktivitas laut yang kini tengah terjadi.

Dokumen Rencana Aksi yang dihasilkan oleh PTT akan dibahas bersama Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kelautan (United Nations Special Envoy for Ocean) untuk diadopsi PBB pada UN Ocean Conference tahun 2020.

Menurut Utusan Khusus PBB tentang Kelautan saat ini adalah Peter Thomson, (Mantan Presiden UN General Assembly ke-71), tujuan umum PTT ini adalah berkontribusi terhadap pencapaian agenda Sustainable Development Goals 2030.

Anggota panel terdiri dari Kepala-kepala Pemerintahan/Heads of Government/ Heads of State. Setidaknya 13 negara yang sudah bergabung antara lain Norwegia, Indonesia, Ghana, Guinea, Jamaika, Meksiko, Palau, Portugal, Australia, Jepang, Fiji, Chile, dan Namibia. Tiga belas negara ini mewakili lebih dari 60 persen seluruh panjang garis pantai di dunia, yaitu sepanjang 261.444 km. Indonesia dan Norwegia merupakan dua negara dengan garis pantai terpanjang kedua dan ketiga di dunia.

Garis pantai terpanjang di dunia dimiliki Kanada yaitu 202.080 kilometer. Garis pantai Indonesia 99.093 kilometer dan Norwegia 83.281 kilometer. Dengan mengikuti PTT ini, diharapkan visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia segera tercapai.

Dengan garis pantai terpanjang kedua dunia dan luas laut 6.315.222 km persegi, Indonesia butuh kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya kelautan yang belimpah secara berkelanjutan. Jumlah penduduk Indonesia yang secara langsung bertumpu pada laut besar.

Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir. Sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia bergantung secara langsung kepada rumah tangga nelayan (BPS, 2013). Secara internasional, keikutsertaan ini meningkatkan citra Indonesia dalam bidang kelautan. Kepemimpinan Indonesia dalam pemberantasan pencurian ikan di bawah Presiden telah diakui dunia.

Posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor bidang kelautan akan semakin kuat dengan  partisipasi Indonesia dalam keanggotaan PTT ini. Keterlibatan Indonesia menjadi sangat penting karena hasil PTT ini akan jadi  kebijakan ekonomi kelautan berkelanjutan di tingkat global. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments