Menteri Susi Tinjau Program Prioritas KKP di Pangandaran

184
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau perkembangan pelaksanaan berbagai program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2017-2018 di Kabupaten Pangandaran (30-31/3). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Pangandaran – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau perkembangan pelaksanaan berbagai program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2017-2018 di Kabupaten Pangandaran (30-31/3). Di antaranya program perikanan budidaya yaitu Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai atau KJA offshore, pabrik pakan ikan skala medium dan embung. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan semua program berjalan tanpa kendala teknis, admnistrasi, lingkungan dan sosial serta dapat  selesai sesuai jadwal.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya membangun KJA lepas pantai di 3 (tiga) lokasi yaitu Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Kota Sabang Aceh, dan Karimun Jawa di Jepara Jawa Tengah. Di tiap lokasi dibangun 8 unit lubang KJA dengan diameter 25,5 meter dan kedalaman 15 meter lengkap dengan kapal kerja, kapal operasional dan feedbarge yang berfungsi sebagai pusat kontrol kegiatan di KJA mulai dari penebaran benih, pakan, komunikasi, akomodasi, gudang pakan hingga pembangkit listrik.

Tiap keramba ditebar bibit ikan kakap putih atau Barramundi sebanyak 120-150 ribu ekor sehingga diproyeksikan mampu panen 118 ton atau tiap lokasi mampu panen 945 ton sehingga keseluruhan dari 3 lokasi setidaknya 2.835 ton ikan dipanen dengan masa pemeliharaan minimal 8 bulan utk mendapat ukuran 600 gram. Nilai ekonomi yang mampu diraup yaitu Rp181 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menjelaskan, KJA offshore ini setidaknya mampu menyerap 1.450 orang tenaga kerja mulai dari proses pembangunan hingga pengolahan dan pemasaran.

Pilot project bisnis budidaya kakap ini harus  sukses, dan semua elemen masyarakat baik dari BUMN, Koperasi, serta semua komponen masyarakat harus terlibat untuk mensukseskan kegiatan ekonomi ini,” ujarnya.

“Pengelolaan unit ini di masa-masa awal akan dilakukan dengan  5 tenaga-tenaga ahli dan terampil dari  balai-balai budidaya KKP,  dan ke depannya akan dikerjasamakan dengan KUD dan BUMN yang ada di Pangandaran dengan pemberdayaan  masyarakat setempat,” lanjutnya.

Saat ini di Pangandaran, KKP telah KKP telah menyiapkan pendederan kakap putih di tambak Desa Margacinta Cijulang, yang  diharapkan dalam waktu 4 bulan sudah bisa mencapai berat 100 gram per ekor. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh dan tempat berlatih bagi masyarakat sekitar lokasi KJA dan investor nasional maupun internasional.

Kakap putih dipilih karena teknologinya sudah dikuasai mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesarannya. Adapun pemasaran lebih terbuka ke Amerika, Eropa, Jepang, China, dan negara lainnya serta dapat diolah berbagai macam makanan.

“Nanti minggu ke-3 April benih disebar. Sebab, progres yang paling maju baru di Pangandaran yang sudah mencapai 97 persen, tinggal pasang jaring, semua sudah lengkap. Ini akan menjadi yang pertama di Indonesia,” papar Slamet.

Sementara itu, untuk pabrik pakan ikan akan dibangun di lahan seluas 5.000 meter persegi, lokasinya berada di samping Poltek KP.  Pabrik ini akan mampu memproduksi 1 ton pakan per jam. Selain untuk mendukung KJA offshore juga dapat dimanfaatkan bagi kegiatan budidaya lainnya. Sedangkan bahan bakunya  sebagian dari tepung ikan lokal dan bahan baku lain yang tersedia di sekitar  Pangandaran.

“Tepung ikan mayoritas bahan bakunya impor, namun kita akan diversifikasi dengan byproduct  pabrik pengolahan ikan seperti  tepung udang, tepung patin, tepung tuna, dan lainnya.   Ke depan sumber protein akan didiversifikasi agar tidak 100 persen bahan tepung ikan, akan tetapi menggunakan biji-bijian, fermentasi bungkil kelapa, dan kelapa sawit,  bekatul, tapioka, yang banyak tersedia,” jelas Slamet.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan tentang pembangunan embung yang akan menjadi pusat rekreasi baru Pangandaran  yang sekaligus berfungsi sebagai solusi banjir dan tsunami serta kegiatan culture based fisheries (CBF) di lahan seluas 5 hektar dan akan mulai dikerjakan awal April 2018.

“Nanti di embung ini juga akan dibangun tempat  jogging track, gazebo, pembenihan mini utk ikan lokal maupun pemancingan. Kita kerja sama dengan BUMN, Koperasi. Pemanfaatannya pun diatur, misal ukuran dan waktu panen ikan,” tambahnya.

Guna program KJA ini, KKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp44 miliar. Selain itu KKP juga menyiapkan Rp26 miliar untuk pabrik pakan dan Rp12 miliar untuk pembangunan embung.

“Program-program ini mengusung semangat padat karya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan bagi masyarakat sebanyak mungkin dan mampu menggerakkan ekonomi lokal sesuai arahan presiden dan Menteri Susi,” pungkasnya. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments