Menteri Susi Minta Pegawai KKP Jaga Dedikasi, Komitmen, dan Integritas

122
Penandatanganan Pakta Integritas oleh CPNS dilakukan secara simbolik dan disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Sekjen KKP Rifky Effendi Hardijanto di Gedung Mina Bahari III. Kantor KKP, Jakarta, Senin (5/3). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan arahan dalam acara Pembukaan Orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kantor KKP, Jakarta, Senin (5/3). Di hadapan 250 CPNS yang hadir, Menteri Susi memberikan tiga kunci utama kesuksesan yaitu dedikasi, komitmen, dan integritas, di samping kecerdasan intelektual yang dapat dibuktikan melalui ijazah pendidikan.

“Ijazah sangat penting karena kasus Ibu (menjadi Menteri hanya dengan Ijazah SMP) itu satu dari 8 juta. Jadi jangan berharap tidak usah sekolah pasti juga seperti Bu Menteri. Tidak. Dalam sebuah sistem, ijazah menjadi sangat penting tapi itu tidak menentukan segalanya. Dalam perjalanan karier kalian yang akan membedakan adalah kesungguhan dedikasi, komitmen, dan integritas. Tiga ini yang akan membuat kalian berbeda satu sama lain, yang membuat kalian menonjol,” pesan Menteri Susi kepada CPNS yang hadir.

Sebagai CPNS, Menteri Susi mengingatkan bahwa tugas utama mereka adalah sebagai pelayan masyarakat. Untuk dapat memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik, kualitas masing-masing pelayan tersebut harus terlebih dahulu diperbaiki.

“Mental, niat, semangat harus betul-betul disiapkan. Kita ini harus merubah bangsa kita menjadi salah satu bangsa yang kuat. Supaya pemerintah ini lebih baik, ya harus punya pegawai yang lebih baik, lebih gesit, lebih tangkas, lebih cermat, lebih pintar, lebih cerdas,” tutur Menteri Susi.

Di samping dedikasi, komitmen, dan integritas (kejujuran), Menteri Susi juga berpesan agar CPNS KKP juga membekali diri dengan mental hebat lainnya seperti berkemauan tinggi, pekerja keras, lurus, rendah hati, ramah, periang, decisive (berani memutuskan), demanding (memiliki tuntutan yang tinggi), serta berpikir dan bertindak akurat.

“Anda mau dilihat secara berbeda, Anda mau dilihat secara luar biasa, ya Anda harus buktikan Anda berbeda dan luar biasa,” tambahnya.

Menteri Susi mengakui ketertinggalan Indonesia dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia jika dilihat dari Gross Domestic Product (GDP). Hal ini menurutnya bukan karena Indonesia tidak memiliki sistem yang baik, melainkan sumber daya manusia yang ada dalam sistem dan menjalankan sistem belum sebaik yang dimiliki negara tetangga. Menurutnya, kekurangan ini harus diakui agar Indonesia dapat berbenah melakukan perbaikan diri ke depan.

Menteri Susi juga meminta agar CPNS yang merupakan generasi muda memanfaatkan media sosial secara bijak dan menjadikannya sebagai sumber pengetahuan dan informasi terbaru. Penggunaan gawai (gadget) juga harus diarahkan untuk membangun hal yang bersifat konstruktif positif. Terlebih di zaman digitalisasi ini kecerdasan buatan (artificial intelligentsia) telah berkembang sangat luar biasa, yang dapat mengancam keberadaan banyak pekerjaan konvensional.

“KKP mau tidak mau juga akan merapikan badannya dan memilih manusia-manusia dengan kualitas yang baik. Karena memilih dari jumlah yang lebih banyak untuk (kebutuhan) yang lebih sedikit berarti seleksinya juga akan lebih kencang dan lebih kuat. Manusia-manusia terpilih memang harus bisa menunjukkan bahwa kalian memang yang terpilih. Jangan kalah oleh digitalisasi, oleh robot,” pungkasnya.

Arahan yang disampaikan Menteri Susi kepada CPNS KKP tersebut kiranya juga dapat diaplikasikan oleh seluruh jajaran pegawai KKP dalam melakukan tugas dan fungsi pekerjaan sehari-hari. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments