Menteri Susi Imbau Nelayan Banggai Laut Patuhi Zonasi Penangkapan Ikan

48
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Dok. Humas KKP/Regina S. Safri

KKPNews, Banggai Laut – Zonasi penangkapan ikan menjadi salah satu hal perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, 15-16 Mei 2018. Menteri Susi meminta masyarakat nelayan agar mematuhi zonasi penangkapan ikan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 71 tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Hal ini disampaikan dalam ramah tamah di Rumah Jabatan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Selasa (15/5).

Dalam Permen tersebut telah ditetapkan tiga jalur penangkapan ikan yaitu jalur I yang terdiri dari IA dan IB, jalur II, dan jalur III. Jalur IA meliputi perairan pantai sampai dengan 2 mil laut yang diukur dari permukaan air laut pada surut terendah; jalur IB meliputi perairan pantai di atas 2 – 4 mil laut; jalur II meliputi perairan di atas 4 – 12 mil laut; dan jalur III meliputi perairan ZEEI dan di atas 12 mil laut.

“Tadi saya lihat banyak kapal pajeko, pajekonya juga lumayan besar-besar. Saya juga melihat kapal besar-besar masuk (wilayah di bawah 12 mil) harus mulai diatur,” ungkap Menteri Susi. Untuk itu, Menteri Susi meminta aparat yang terdiri dari PSDKP dan TNI AL untuk tegas menegakkan aturan.

“Tadi saya lihat mereka nangkap ikan di selat. Padahal selat itu kan tidak sampai 12 mil. Semestinya tidak ada kapal besar yang tangkap di wilayah selat-selat di Kabupaten Banggai Laut ini. Itu sudah ada aturannya,” tegasnya.

Selain itu, Menteri Susi meminta agar jalur I selain hanya diperuntukkan bagi kapal 10 GT juga dibebaskan dari jaring-jaring bermata kecil karena menurutnya di lokasi inilah ikan akan beranak pinak. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan ikan terus ada dan banyak.

Hal lain yang menjadi sorotan Menteri Susi adalah persoalan perizinan. Ia kembali menegaskan, kapal kecil di bawah 10 GT tidak perlu mengurus perizinan lagi untuk dapat melaut . “Bapak-bapak yang kapalnya kecil-kecil tidak perlu bikin izin-izin lagi, SLO dan sebagainya sudah dibebaskan,” ujarnya.

Guna menunjang aktivitas nelayan, Menteri Susi juga berjanji untuk memberikan bantuan 30 kapal yang akan diberikan bagi nelayan di Desa Bone Baru, Pulau Oyama, dan Desa Dungkean. Selain itu, ia juga ingin agar ada kapal patroli yang dapat mengawasi kegiatan penangkapan ikan dengan cara yang merusak seperti pengebomam atau pembiusan.

Tak hanya untuk bidang perikanan tangkap, di bidang konservasi Menteri Susi juga berpesan agar masyarakat menjaga kelestarian coral, terumbu karang, dan bambu laut. Masyarakat juga diminta untuk menjaga laut dari sampah plastik. “Saya paling sedih kalau lihat laut banyak sampah palstik,” sambungnya.

Menurut Menteri Susi, konservasi ikan di laut juga dapat dilakukan dengan menyisakan waktu untuk libur melaut agar ikan dapat beregenerasi. “Kalau satu minggu 1 hari (libur menangkap ikan) berarti bapak liburkan 4 hari dalam sebualan agar ikan-ikannya beranak pianak. Pasti akan tambah banyak lagi (ikan yang bisa ditangkap),” pesannya.

“Jaga laut, jaga hutan, jaga mangrove, jaga mata pencaharian Bapak, dan jaga masa depan anak cucu Bapak,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo mengatakan, kedatangan Menteri Susi dapat memberikan semangat dan pemahaman yang lebih bagi masyarakat sekitar karena mendapat informasi langsung dari pejabat yang kompeten.

“Apa yang disampaikan Menteri Susi itu sudah kita suarakan terus. Tapi perlu penguatan dengan kehadiran menteri Susi di sini. Tentu ini memberikan semangat baru untuk kita dan tentu ini mendorong masyarakat untuk memahami apa yang disampaikan oleh Menterinya Susi terutama untuk kelestarian laut, lingkungan kita di darat, dan juga terkait pohon sebagai sumber-sumber air,” ungkap dia. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments