Menteri Susi Dorong Perguruan Tinggi Kelola Laut Berkelanjutan

60
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Rektor Universitas Padjadjaran Prof Tri Hanggono Achmad usai penandatanganan kesepakatan bersama, di Kampus Unpad, Jatinangor, Jumat (18/8). Dok. Humas KKP/M. Iqbal

KKPNews, Jatinangor – Selang sehari usai peringatan Hari Kemerdekaan ke 72 Republik Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan di dua kampus di Jawa Barat, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Menteri Susi menaruh harapan besar bagi perguruan tinggi untuk melanjutkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semoga 72 tahun kita merdeka akan lebih banyak hal lagi yang kita bisa lakukan untuk Indonesia. Saya yakin Unpad salah satu motor daripada perubahan kualitas bangsa Indonesia,” ungkap Menteri Susi saat mengawali pidatonya di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Jumat (18/7).

Menteri Susi mengatakan, dalam meraih kemerdekaan tentunya harus dibarengi dengan perubahan yang konsisten. “Ini akan tidak mudah. Karena kebanyakan yang malas berubah untuk sesuatu yang baru. Namun era globalisasi sangat cepat dan deras arusnya. Kita harus bisa ikut berkompetisi antar negara di era globalisasi,” jelasnya.

Menteri Susi juga kembali mengenang saat pertama Ia didaulat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia menilai persoalan terbesar laut Indonesia adalah maraknya aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Berdasarkan hasil survei sepanjang 2003-2013 terjadi penurunan jumlah nelayan dari semula 1,6 juta rumah tangga menjadi 800 ribu. Dalam dekade yang sama, sebanyak 115 perusahaan eksportir seafood juga gulung tikar. Lesunya sektor perikanan saat itu disinyalir akibat maraknya aktivitas IUU Fishing sehingga menyebabkan ikan sulit didapat.

“Dari hasil analisis dan evaluasi, terdapat sekitar 1.300 izin kapal eks asing yang menangkap ikan di Indonesia. Kenyataannya, lanjut Susi, ada lebih dari 10.000 kapal besar yang menangkap ikan secara besar-besaran di Indonesia,” jelasnya. Ia pun menempuh beberapa langkah yakni salah satunya dengan bertemu dengan beberapa duta besar negara sahabat. “Saya bilang, ‘sebagai Menteri yang paling tidak berpendidikan, bagaimana mau membereskan pekerjaan yang begitu besar?’ Saya minta dukungan, dan mereka menyanggupi,” kenangnya.

Menteri Susi menegaskan, eksekusi kapal ini dilakukan bagi kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. “Kalau kapal lewat saja di wilayah kita ya bebas saja. Tetapi kalau lewat sambil nebar pancing, nebar jaring, itu mencuri namanya. Ya pasti saya sita,” lanjut Menteri Susi.

Di hadapan civitas akademika UNPAD, Menteri Susi mendorong perguruan tinggi menjadi perencana kurikulum kelimuan yang mengikuti dinamika global. Ia menilai, kemajuan teknologi harus disikapi aktif oleh perguruan tinggi. “Anda harus menyesuaikan dengan perubahan, kalau tidak nanti pendidikan kita menjadi out of date,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Menteri Susi berpesan agar sektor kelautan dan perikanan harus dijaga agar menjadi satu-satu sektor yang dikuasai penuh dalam negeri. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar dapat menjaga keberlanjutan di sektor perikanan. “Ini yang harus tersampaikan oleh akademisi ke masyarakat,” tukasnya.

Ia pun berharap Unpad dapat menjadi perguruan tinggi yang kreatif dalam mengembangkan pendidikan tentang perikanan dan kelautan. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Universitas Padjajaran yang ditandatangani langsung antara Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad dengan Menteri Susi Pudjiastuti. (MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments