Menteri Susi: Deklarasi Djuanda, Hak Atas Kekayaan Laut Indonesia

101
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara pada acara Seminar Nasional Penegakan Hukum Terhadap Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum di Hotel Mercure Ancol Jakarta (20/1). Dok. Humas KKP/Handika Rizki R

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri Seminar Nasional “Penegakkan Hukum terhadap Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum”, yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung (MA) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (20/01). Dalam acara tersebut, Menteri Susi menyampaikan apresiasi terhadap Mantan Perdana Menteri Indonesia Djuanda Kartawidjaja yang berhasil memperjuangkan laut Indonesia.

Melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957 lalu,  Indonesia menyatakan pada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah Megara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika tidak terjadinya deklarasi tersebut, Indonesia tak akan bisa memiliki Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sepanjang 200 mil,” ujar Susi saat memberikan sambutan.

Menurut Susi, perjuangan Djuanda dalam memperjuangkan kedaulatan laut Indonesia harus diapresiasi. Beragam upaya yang dilakukan Djuanda juga berjasa membuat Indonesia diakui sebagai negara kepulauan.

“Jadi kalau Djuanda tidak memperjuangkan itu, 3 mil dari ujung utara Jakarta itu sudah laut Internasional. Which mean everybody can come can take anything they want, karena itu high sea sudah”  ucap  Susi.

“Itu hal yang sangat luar biasa, Indonesia terangkum dalam satu kesatuan nusantara karena lautnya di antara Jawa dan Sulawesi, Jawa dan Kalimantan itu mutlak milik Indonesia,” ujar Susi menambahkan.

Dalam seminar tersebut Susi juga mengatakan, jika tidak adanya deklarasi tersebut akan ada laut internasional di antara Sumatera dan Kalimantan.

Banyak keuntungan yang didapatkan dari deklarasi tersebut, seperti hak atas kekayaan alam di dalamnya, hak penggunaan kebijakan hukum, kebebasan navigasi, ataupun kebebasan melakukan penanaman kabel dan pipa. (M. Ilham Nofitra/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments