Masih Ada Kapal Trawl, HNSI Sumut Lapor ke KKP

69
Ilustrasi. Dok. Istimewa

KKPNews, Medan – Pukat hela (trawl) merupakan alat penangkapan ikan terbuat dari jaring berkantong yang dilengkapi dengan atau tanpa alat pembuka mulut jaring. Alat ini dioperasikan dengan cara dihela di sisi atau di belakang kapal yang sedang melaju.

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara Nazli meminta agar alat tangkap yang merusak lingkungan ini tak lagi digunakan. “Alat tangkap ilegal yang dilarang oleh pemerintah itu tidak boleh lagi digunakan, karena meresahkan kehidupan nelayan tradisional,” ungkap Nazli di Medan, Minggu (28/01).

Ia mengatakan, penggunaan alat tangkap pukat tarik dan pukat hela juga dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 02 Tahun 2015. Ia menyayangkan, meski pemerintah telah melarang penggunaan alat tangkap tersebut, namun masih ada sebagian nelayan yang menggunakan secara sembunyi-sembunyi di pulau terpencil yang tidak dapat dipantau Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Nazli menyebutkan, kapal yang masih menggunakan alat tangkap pukat trawl itu beroperasi di Tanjung Balai Asahan, Labuhan Batu, Batubara, Deliserdang, Kabupaten Langkat, dan beberapa daerah lainnya. Menurutnya, penggunaan alat tangkap tersebut telah menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan nelayan tradisional. “Mereka kan mengeruk jadi hasil tangkapannya banyak. Nelayan kecil tidak kebagian ikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah menegaskan bahwa alat tangkap ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) tidak diperbolehkan lagi digunakan pada awal tahun 2018. Hal tersebut disampaikan Menteri Susi, ketika berdialog dengan nelayan tradisional Sumut di Pantai Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (14/12/2017). (Muhammad Fadel Widyarama/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Marah (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments