Lindungi Konsumen Produk Perikanan, KKP Undang Perusahaan Retail

78
Dok. Adairoy.com

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) berkomitmen untuk menjaga kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan. Koordinasi dengan berbagai pihak dan instansi terkait perlu dijalin untuk peningkatan sinergitas pengawasan lalu lintas sumber daya ikan baik yang masuk ke wilayah Indonesia maupun yang diekspor ke negara lain. Selasa (9/5), BKIPM mengajak perusahaan retail di Indonesia untuk berpartisipasi dalam meningkatkan koordinasi dan sinergitas pengawasan sumber daya dan produk perikanan yang dilaksanakan di Ruang Kedaulatan lantai 6 Gedung Mina Bahari II, Jakarta.

Rapat koordinasi ini dilatarbelakangi adanya fenomena ditemukannya produk ikan Dori dalam bentuk fillet di pasar retail padahal KKP telah mengeluarkan larangan impor produk ikan Dori terutama dalam bentuk fillet. Dalam pembukaan rapat, Kepala BKIPM, Rina mengutarakan bahwa selisih harga dori lokal dan dori impor cukup besar. Produk ikan Dori tersebut diimpor dg harga murah dan dijual dengan harga sampai 2 kali lipatnya. “Dalam usaha perhotelan, restoran dan catering (horeka), ikan Dori sering dipakai untuk pengganti ikan kakap,” sambung Rina.

Rina menjelaskan, ikan dori impor memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan ikan Dori lokal yaitu daging lebih kenyal dibandingkan dori lokal; warna daging cenderung lebih putih, dan; kandungan airnya lebih tinggi. “Sedangkan ciri pada kemasannya adalah ukuran kemasan ikan Dori impor sedikit lebih besar dibandingkan dengan kemasan Dori lokal” tegas Rina.

Berdasarkan investigasi BKIPM, modus operandi yang sering dipakai oleh importir biasanya dengan menggunakan container limited carriers risk (LCR). Pelaku biasa mengirim barang melalui Jalur udara (dicampur dengan ikan Dori lokal), jalur laut (ship to ship/transhipment, kapal penumpang); dan jalur darat (angkutan bereferigerator, dicampur dengan produk lain, ikan Dori di-repacking dengan plastik polos). Susunan alur perdagangannya ikan Dori diawali oleh importir yang membeli barang dari luar negeri, kemudian menjualnya kepada distributor selanjutnya turun ke supplier yang pada akhirnya sampai kepada retail.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua Asosiasi Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia, Ketua Asosiasi Retail Indonesia, dan pimpinan beberapa retail besar di Indonesia seperti Carrefour, Giant, Hero Supermarket, Gelael, Hypermart, Lottemart, Superindo, Total Buah Segar, PT Midi Utama Indonesia, dan Tiptop Supermarket, serta Bareskrim POLRI.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada retail agar lebih selektif dalam membeli produk dan hasil perikanan selain untuk melindungi konsumen serta melindungi mutu dan keamanan hasil perikanan. Sehingga konsumen produk kelautan dan perikanan di Indonesia selalu mendapatkan yang terbaik dan yang terjamin mutu dan kualitasnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments