Kunjungi PPN Tual, DJPT Komitmen Bantu Sejahterakan Nelayan Timur Indonesia

23
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dalam lawatannya ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual, Kamis (22/3). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Tual – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan nelayan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan penyerahan berbagai bantuan untuk nelayan di berbagai daerah, terutama di pulau kecil dan terluar Indonesia.

Tahun 2017 lalu, nelayan Maluku misalnya, telah mendapatkan bantuan dari KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) berupa paket API ramah lingkungan, kapal penangkap ikan, serta fasilitasi permodalan bekerjasama dengan BRI, dan BPAN.

“Tahun 2017, kami sudah salurkan API ramah lingkungan sebanyak 98 paket, senilai Rp1,07 miliar jenis gillnet permukaan, gillnet dasa, pole and line,  rawai dasar, pancing tonda, dan handline kepada Koperasi Cakalang Indah Koperasi Nelayan Mina Malheno, dan Koperasi Futar Laut,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dalam lawatannya ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual, Maluku, Kamis (22/7).

Selain itu, Maluku juga telah menerima bantuan kapal penangkap ikan sebanyak 114 unit kapal ukuran < 5 GT, 5 GT, 10 GT, dan 20 GT senilai Rp17,6 miliar, dimana disamping bantuan kapal penangkap ikan, nelayan juga menerima pas kecil, Gross Akte dan Surat Ukur.

“Bantuan kapal juga sudah kami distribusikan sebanyak 114 unit dengan ukuran < 5 GT, 5 GT, 10 GT, dan 20 GT senilai Rp17,6 miliar. Tentunya ini dapat menjadi salah satu alat bagi nelayan Maluku untuk dapat lebih banyak lagi ikan,” terang Sjarief.

Agus juga menjelaskan, nelayan juga difasilitasi dengan bantuan permodalan dari BRI, di mana tahun 2017 total realisasi outstanding kredit nelayan (perikanan tangkap) sebesar Rp46,06 miliar dengan jumlah calon debitur sebanyak 2.413 orang yang diberikan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan komersial.

Sementara, untuk BPAN, sepanjang tahun 2017 jumlah realisasi asuransi nelayan di Provinsi Maluku dari target 4.950 orang terealisasi sebanyak 8.379 orang nelayan dengan total nilai premi sebesar Rp1,38 miliar.

“Bantuan yang telah kami berikan saya harap dapat dimanfaatkan dengan baik, apalagi Maluku adalah tempat yang penuh dengan kekayaan laut, sehingga pastinya dapat memberikan nilai plus untuk nelayan Maluku dalam mencari rezeki. Tapi jangan lupa pesan Ibu Susi, nelayan jangan sampai lupa jaga kelestariannya,” pungkas Sjarief.

Sjarief juga menjanjikan bantuan untuk nelayan Maluku terus digelontorkan tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Bahkan pihaknya dibantu Komisi IV DPPRI berkomitmen untuk makin berfokus pada bantuan untuk nelayan di wilayah timur Indonesia. (Humas DJPT/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments