Kunjungi Palembang, KKP Serahkan Bantuan bagi Nelayan Sumatera Selatan

54
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Palembang – Kunjungan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR-RI ke Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (1/5) antara lain diisi dengan penyampaian bantuan kepada nelayan. Hal ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa program pemerintah yang diamanatkan melalui KKP menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh satu sisi, tetapi menyeluruh. Di samping bantuan alat produksi berupa kapal perikanan dan alat penangkapan ikan, tetapi juga bantuan permodalan, bahkan bantuan perindungan nelayan berupa premi asuransi.

Bantuan tersebut antara lain pembangunan TPI Perairan Darat Musi Banyuasin senilai Rp2.107.990.000 serta pantuan API ramah lingkungan sebanyak 104 paket. DJPT juga memberikan bantuan kapal perikanan, sebanyak 11 Unit berukuran 5 GT melalui anggaran tahun 2017.

“Kami juga memberikan bantuan berupa asuransi nelayan. Target bantuan premi asuransi nelayan seluruh Indonesia tahun 2017 sebanyak 500.000 nelayan telah terealisasi seluruhnya. Untuk Provinsi Sumatera Selatan bantuan premi diberikan untuk 7.470 nelayan,” jelas Sjarief.

“Klaim asuransi nelayan tahun 2016 dan 2017 di provinsi Sumatera Selatan sampai saat ini telah mencapai 24 klaim dengan total nilai sebesar Rp3,3 miliar,” tambah Sjarief.

Yang menarik, di Sumatera Selatan pun kini sudah tumbuh kesadaran nelayan untuk melakukan asuransi mandiri. Nelayan yang telah menerima bantuan premi dibayarkan oleh pemerintah pada tahun pertama, selanjutnya pada tahun kedua tetap melanjutkan asuransi dengan premi yang dibayar sendiri. Artinya, kampanye terkait kesadaran berasuransi dengan skema yang sangat menguntungkan bagi nelayan ini dinilai berhasil. Sampai saat ini, di Provinsi Sumatera Utara terdapat 218 nelayan yang mengikuti asuransi mandiri, yakni di Kabupaten Banyuasin sebanyak 148 orang, Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 66 orang, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebanyak 4 orang.

Sementara itu, penyaluran kredit sektor perikanan tangkap tahun 2017 untuk Sumatera Selatan yang turut difasilitasi oleh DJPT sebanyak 715 debitur dengan nilai outstanding Rp95,9 miliar. Penyaluran kredit ditopang oleh 14 perbankan. Pada kesempatan lawatan kerja, penyerahan bantuan oleh DJPT dilakukan secara simbolis kepada nelayan.

“Saya harap seluruh paket bantuan tersebut agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung dan memajukan usaha nelayan yang berkelanjutan,” tegas Sjarief.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menjelaskan bahwa selama ini Komisi IV DPRRI bersama pemerintah melalui KKP terus bahu membahu untuk menyusun dan melaksanakan program dan anggaran yang langsung bersentuhan dengan pelaku utama yaitu nelayan. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, kesempatan saya untuk mendengarkan aspirasi Bapak Ibu untuk selanjutnya tugas kami untuk menggodok dan menindaklanjuti,” papar politisi Partai Gerindra kelahiran Sumatera Selatan tersebut.

“Program yang kita jalankan tentunya tidak hanya untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan, tetapi pada akhirnya yang pasti harus kita wujudkan adalah kesejahteraan nelayan. Oleh karena itu, sangat pas sekali kampanye kita dengan semboyan ‘Ikan Lestari Nelayan Berseri’,” pungkasnya. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments