Komisi IV DPR RI Apresiasi Kinerja Pengembangan Budidaya Laut oleh KKP

59
Komisi IV DPR RI bersama rombongan KKP meninjau langsung Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kamis (1/11). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Batam – Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasinya atas kinerja pengembangan budidaya laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinilai cukup memuaskan, saat meninjau langsung Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, saat memimpin kunjungan kerja dalam rangka reses komisi IV ke Provinsi Kepulauan Riau (1-2/11). Turut mendampingi kunjungan tersebut, jajaran KKP yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, juga para pejabat dari Kementerian Pertanian, Bulog, dan pemerintah Provinsi Kepaulauan Riau.

“Apresiasi saya, mewakili rekan-rekan Komisi IV DPR RI atas kinerja dan peran balai (BPBL Batam-Red) dalam membimbing, mendidik, dan mendampingi para pembudidaya ikan khususnya ikan laut. Tidak hanya bagi pembudidaya di Batam, tapi juga mencakup wilayah yang cukup luas yaitu pembudidaya di Sumatera,” ungkap Daniel.

“Saya mendapatkan konfirmasi langsung bahwa balai ini mampu menyediakan berbagai benih ikan laut unggul seperti bawal bintang, kakap putih, dan bahkan kerapu yang indukannya saja mencapai berat 125 kg,” lanjut Daniel merujuk salah satu induk ikan kerapu kertang untuk menghasilkan benih kerapu berkualitas yang dimiliki BPBL Batam.

Kunjungan kerja ini diawali dengan temu wicara dan penyerahan bantuan berupa 40.500 ekor benih ikan bawal bintang, 51.000 ekor benih kakap putih, dan 100 kg bibit rumput laut kepada 7 (tujuh) kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dari Kota Batam, Kabupaten Bintan dan Karimun. Selanjutnya rombongan melakukan panen 231 kg ikan bawal bintang di KJA pembesaran BPBL Batam.

“Benih ikan bawal bintang yang dipanen ini ukurannya 4-5 cm, setelah dipelihara selama 6-7 bulan ukurannya mampu mencapai sekitar 450-500 gram per ekor. Setahun bisa 2 kali panen,” ungkap Toha Tusihadi, Kepala BPBL Batam saat memberikan keterangan di sela-sela panen.

Toha menambahkan secara hitung-hitungan bisnis, budidaya bawal bintang ini sangat menguntungkan, dengan harga rata rata Rp90.000 per kilogram dan modal kerja untuk benih, pakan, obat-obatan, listrik dan tenaga kerja sebesar Rp58.000 per kg, maka keuntungan yang dapat diraup setidaknya Rp32.000 per kg.

“Pasar bawal bintang sendiri sangat menjanjikan, untuk lokal kota batam saja setidaknya membutuhakn 600 kg – 2 ton per bulan,” imbuhnya.

Di sela-sela panen, Wakil Ketua Komisi IV, Daniel Johan menyatakan puas dengan keberhasilan program kegiatan budidaya laut yang dilakukan BPBL Batam bersama-sama masyarakat pembudidaya. Ia menyampaikan bahwa program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan dan gizi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan secara nasional akan terus didukung oleh DPR RI khususnya Komisi IV.

“Kita bisa lihat di panen tadi, budidaya ikan bawal bintang ini sangat menjanjikan. Hitung-hitungan bisnisnya juga sangat memuaskan. Kami akan terus dorong dan dukung Pemerintah untuk program yang betul-betul berdampak bagi kesejahteraan pembudidaya ikan. Dengan begitu kami yakin sektor perikanan dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,” ungkap anggota DPR asal Kalimantan Barat ini.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Slamet Soebjakto mengucapkan terima kasih atas dukungan Komisi IV DPR RI terhadap program-program yang dilaksanakan KKP termasuk dalam pengembangan budidaya laut dan memastikan bahwa program tersebut dapat langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kesuksesan program ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Komisi IV DPR RI sebagai mitra kerja KKP. Terima kasih atas dukungannya,” ungkapnya.

Terkait pengembangan komoditas budidaya laut, ia mengingatkan bahwa saat ini pasar baik lokal maupun ekspor terbuka bagi berbagai komoditas dan tidak hanya terpaku pada 1 (satu) jenis saja.

“Saat ini KKP terus mendorong pembudidaya untuk mengembangkan berbagai jenis ikan laut seperti bawal bintang dan kakap putih. Jenis-jenis ikan ini sangat menguntungkan, tidak hanya ikan kerapu yang selama ini sudah berkembang di masyarakat,” lanjutnya.

Pernyataan Slamet tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai informasi, di pasar lokal Kota Batam saja, saat ini kebutuhan ikan bawal bintang dan kakap putih tidak kalah banyak dibanding ikan kerapu. Kebutuhan per bulan untuk bawal bintang setidaknya 600 kg – 2 ton dan kakap putih sebanyak 500 kg – 1 ton, tidak jauh berbeda dibanding kebutuhan ikan kerapu yaitu 500 kg – 1 ton. Harganya pun lebih bersaing dan waktu pemeliharaan lebih singkat, untuk bawal bintang Rp90.000 per kg dan kakap putih Rp100.000 per kg dengan masa pemeliharaan masing-masing 6-7 bulan dan 7-8 bulan.

Saat ini, kapasitas produksi per tahun unit pembenihan BPBL Batam yaitu 1.050.000 ekor benih bawal bintang, 1.050.000 ekor kakap putih, dan 250.000 ekor benih kerapu macan. Sedangkan kapasitas produksi unit pembesaran yaitu 12 ton ikan bawal bintang, 10 ton ikan kakap putih, dan 6 ton ikan kerapu macan. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments