KKP – XL Axiata Luncurkan Aplikasi Laut Nusantara

232

KKPNews, Jembrana – Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan kolaborasi guna merilis Aplikasi Laut Nusantara yang diharapkan akan membantu nelayan dalam mencari ikan.

Dalam peluncuran aplikasi Laut Nusantara, XL Axiata menyerahkan paket smartphone dan data XL Axiata kepada komunitas nelayan di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali. Pada ponsel tersebut, sudah tersedia aplikasi “Laut Nusantara” dan paket data selama 1 bulan. Penyerahan donasi tersebut dilakukan di Pantai Banjar Perancak, Desa Perancak, Jembarana oleh Direktur Teknologi XL Axiata dan Kepala BRSDMKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya menyatakan bahwa aplikasi ini original made in Indonesia dan dioperasikan dengan sistem android untuk membantu para nelayan Indonesia menyesuaikan diri dengan era digital.

“Hingga kini kami telah meluncurkan 2 aplikasi yan Laut Nusantara dan mFish, keduanya untuk membantu kerja nelayan,” ujar Yessie, Kamis (30/8).

Lebih lanjutnya Yessie mengungkapkan, aplikasi Laut Nusantara mempunyai basis informasi yang lebih lengkap dan real time, serta sumber data sepenuhnya disediakan secara kontinu oleh data resmi dari BROL KKP apabila dibandingkan dengan aplikasi sebelumnya.

Kepala BRSDMKP KKP Sjarief Widjaja menyatakan, riset kelautan terdiri dari tiga pilar, yaitu research excellent, masyarakat industri, dan education. “Hasil keluaran riset harusnya bukan hanya berwujud tulisan, tapi implementasinya harus sampai pada masyarakat, terutama nelayan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan nyata. Adanya peluncuran Laut Nusantara yang merupakan bentuk hilirisasi produk unggulan BROL ini, dapat dikatakan merupakan dukungan terhadap terwujudnya tiga pilar tersebut,” ungkap Sjarief.

Bertindak selaku lembaga riset dan observasi kelautan di bawah KKP, BROL mempunyai data kelautan yang komplit dan akan sangat bermanfaat untuk pengembangan di sektor kelautan dan turut menjangkau nelayan kecil.

Kepala Balai Riset dan Observasi laut (BROL) I Nyoman Radiarta menyatakan bahwa data unggahan BROL bersifat up to date dan dirilis berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah Indonesia.

I Nyoman menambahkan, seluruh informasi kelautan yang dirilis dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga validitasnya tidak perlu diragukan.

“Pembaruan data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus. Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang,” tutur I Nyoman.

BROL KKP dan XL Axiata sebelum ini telah melakukan penelitian dan survei ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai wilayah di Nusantara untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait dengan informasi seputar kegiatan penangkapan ikan.

Untuk memiliki aplikasi Laut Nusantara, nelayan di seluruh Indonesia dapat mengunduh aplikasi tersebut di Play Store secara gratis alias cuma-cuma melalui ponsel android mulai 30 Agustus 2018.

Perihal daya jangkau, aplikasi Laut Nusantara dapat dipergunakan oleh nelayan saat berlayar sejauh ponsel yang mereka miliki masih bisa menjangkau sinyal data dari operator.

Berdasarkan uji kelayakan aplikasi di sejumlah titik, aplikasi Laut Nusantara dapat dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai. Jarak ini sesuai dengan daya jelajah nelayan kecil, dengan perahu berjungkung dan bentuk perahu tradisional berukuran kecil lainnya yang memiliki daya jangkau kebanyakan kurang dari 20 mil laut.

Berikut merupakan fitur-fitur yang dapat diakses di aplikasi Laut Nusantara;

  1. Daerah penangkapan ikan
  • Sebaran ikan
  • Potensi sebaran ikan
  • Data cuaca (arah angin, kecepatan angin, cuaca, tinggi gelombang pada koordinat tertentu)
  • Status (aman, waspada dan bahaya) untuk melaut
  1. Lapor Tangkapan
  • Nelayan melaporkan hasil tangkapannya ke dinas dan pihak terkait
  • Jenis Ikan
  • Berat ikan yang ditangkap (kg)
  1. Gelombang Perairan
  • Informasi Gelombang Perairan Indonesia dari BMKG
  • Gelombang dan ketinggian gelombang.
  1. Informasi angin
  • Informasi arah angin perairan Indonesia dari BMKG
  1. Informasi harga ikan pelabuhan
  • Menampilkan data harga ikan dari data Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan, Direktorat Jenderal
  • Perikanan Tangkap, KKP
  1. Nama ikan dari 3 penamaan
  • Nama Lokal
  • Nama Inggris
  • Nama Latin
  1. Cuaca Perairan
  • Arah angin
  • Kecepatan angin
  • Curah hujan,
  • Kondisi cuaca
  • Tinggi gelombang pada koordinat tertentu
  • Anjuran (aman, waspada dan bahaya) untuk melaut
  1. Informasi Pelabuhan
  2. Perkiraan BBM
  • Simulasi perkiraan BBM yang dibutuhkan bila ingin menuju titik tertentu.
  • Simulasi besar biaya yang diperlukan bila ingin menuju titik tertentu
  1. Chatting
  • Sarana untuk percakapan antarpengguna

Dalam rangka melakukan proses adaptasi dengan fenomena globalisasi, aparatur negara memang seharusnya melakukan hal serupa. Keterlibatan pemerintah dalam membantu masyarakat dalam menyambut kemajuan zaman akan sangat penting mengingat kini jarak sosial yang tercipta karena ketidakmerataan pengetahuan dan akses terhadap teknologi harus dikurangi. Dalam hal ini, KKP dinilai telah melakukan terobosan yang sangat efektif dan akan sangat bermanfaat untuk menciptakan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah dan berbagai kalangan di Indonesia. (Damar Senoaji/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (60.0%)
  • Tidak Peduli (20.0%)
  • Terinspirasi (20.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments