KKP Upayakan Pelestarian Populasi Dugong dan Habitat Lamun

551
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) menyelenggarakan Simposium Nasional Dugong dan Habitat Lamun 2016 dengan tema “Inisiatif Bersama untuk Pelestarian Populasi Dugong dan Habitat Lamun di Indonesia”, Rabu (20/4). Simposium ini adalah hasil kerja sama KKP dengan WWF Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Ancaman terhadap populasi dugong terus meningkat dan membutuhkan perhatian mendesak untuk sebuah upaya terpadu antara pihak yang terkait serta pendekatan model konservasinya. Data dan sejumlah informasi pendukung dibutuhkan sebagai landasan ilmiah untuk menetapkan arah kebijakan jangka panjang serta merumuskan pengelolaan dugong dan habitatnya di Indonesia,” ujar Sekretaris Ditjen PRL, Agus Dermawan.

Selain konservasi dugong, KKP juga berupaya mendorong peresmian ekosistem padang lamun sebagai habitat kunci dugong untuk menjadi Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).

“Kondisi habitat lamun sangat mempengaruhi keberadaan dugong, sehingga penyebaran hewan ini terbatas pada kawasan pantai tempat tumbuhan lamun dapat berkembang. Habitat dugong sangat perlu dijaga agar tidak mengancam populasi mamalia laut ini,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Wawan Kiswara.

Sementara itu, Direktur Program Coral Triangle WWF Indonesia, Wawan Ridwan mengungkapkan bahwa Simposium Nasional Dugong dan Habitat Lamun ini dapat menjadi dasar untuk memperoleh informasi sebagai upaya konservasi dugong dan habitatnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Luky Adrianto menambahkan bahwa aksi konservasi terhadap dugong dan habitat lamun di Indonesia perlu dikaitkan dengan peran dan fungsi strategis lamun dalam menyediakan sumber daya ikan secara berkelanjutan.

(hmsPRL/RA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (72.7%)
  • Terhibur (9.1%)
  • Terinspirasi (9.1%)
  • Tidak Peduli (9.1%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments