KKP Tingkatkan Komitmen Keberlanjutan Tuna di Pasar Global

15
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menghadiri 3rd Bali Tuna Conference yang diselenggarakan di Bali, Jumat (1/5). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNEws, Bali – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan peningkatan daya saing produk perikanan Indnesia dipasar global dengan mengajak para pengusaha ikan tuna untuk memiliki komitmen terhadap keterlacakan dan sertifikasi produk periknanan Indonesia. Keinginan Menteri Susi Pudjiastuti tersebut disampaikan sebagai penutup konferensi Tuna Bali ke-3 (3rd Bali Tuna Conference) di Kuta, Badung, Bali pada Jumat (1/6) yang diadakan selama dua hari bersamaan dengan 6th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6).

Menteri Susi mengatakan, Indonesia sudah berkomitmen untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak sesuai aturan atau Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing pada tiga tahun terakhir.

“Kenapa kami melakukan pemberantasan IUU Fishing ini? Karena kami tidak bisa berkompromi. Nelayan Indonesia selama ini hanya menangkap, tetapi tidak ada ikan yang datang lagi. Orang yang menangkap ikan bertambah. Perahu layar bertambah, namun ikan tambah sedikit dan terus sedikit. Populasi ikan di Indonesia hanya tinggal 50 persen atau bahkan kurang,” ungkap Menteri Susi.

Mengingat semakin menurunnya populasi ikan di Indonesia maka dibutuhkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Menteri Susi mengajak berbagai pihak untuk bekerja keras karena tidak mudak menyelesaikannya sendirian. Menurut dia, berdasarkan penelitian Universitas Santa Barbara, melalui sejumlah kebijakan yang telah diterapkan KKP, jumlah ikan di Indonesia saat ini naik tiga kali lipat saat jumlah ikan di negara lain berkurang.

Menteri Susi juga berharap negara-negara lain juga bisa mengikuti keberhasilan Indonesia dalam tatakelola perikanan yang salah satunya terlihat saat menteri Susi berkunjung ke Merauke dan Timika masyarakat disana mengatakan bahwa ikan tuna atau cakalang sudah berenang ke sungai mereka. Hal tersebut dianggap menjadi hal yang tak biasa, namun terjadi.

Bali Tuna Conference menjadi agenda yang dilaksanakan dua tahun sekali yang membahas isu-isu terkait tuna terutama untuk sertifikasi tuna yang menjadi poin penting dalam konferensi tersebut. Sertifikasi tuna digunakan untuk menjaga keberlangsungan ikan tuna di Indonesia sehingga daya saing dipasar global bisa meningkat. Menteri Susi berpesan kepada para pengusaha ikan tuna untuk menjaga traceability serta sertifikasi karena tanpa sertifikasi ikan tuna Indonesia akan sulit bersaing di pasar global.Dengan adanya sertifikasi ikan tuna, ia percaya harga tuna bisa mencapai harga premium.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga menyinggung soal Hak Asasi Manusia (HAM). Beliau mengatakan bahwa keberlanjutan perikanan di Indonesia saat ini sudah berjalan sesuai HAM dengan aturan industri perikanan harus menghormati HAM setiap pekerjanya. (Salsabila/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments