KKP Tetapkan Kabupaten Tambrauw sebagai Kawasan Konservasi

49
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) di kawasan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom, Tambrauw, Papua Barat. Foto: WWF-Indonesia

KKPNews, TambrauwKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Kabupaten Tambrauw, Papua Parat sebagai salah satu wiliayah konservasi nasional. Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri No. 53/KEPMEN-KP/2017 tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Jeen Womom Kabupaten Tambrauw dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Papua Barat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw, Linderd Rouw mengatakan, ini adalah upaya untuk melindungi potensi perikanan Kabupaten Tambrauw yang bertaraf nasional, di mana terdapat spesies penyu belimbing yang terancam punah.

“Ini membuktikan keseriusan pemerintah pusat untuk menetapkan Jeen Womom bukan lagi sekedar kawasan konservasi di tingkat kabupaten, melainkan sebagai kawasan konservasi nasional,” ujar Linderd.

Kepmen tersebut juga mengatur keikutsertaan pemerintah pusat dalam pelaksanaan program-program pelestarian hingga pembiyaan fasilitas pendukung. Linderd mengapresiasi ini sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas bupati pada pengembangan pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kolaborasi Konservasi Jeen Womom, Yan M. Asyerem mengutarakan, terbitnya kepmen tentang penetapan kawasan konservasi ini membuktikan bahwa ada keseriusan dan kerja keras pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan bersama UPTD dan LSM yang terkait untuk menetapkan Tambrauw sebagai salah satu wilayah kabupaten konservasi yang ada di Indonesia.

Ini adalah bentuk kepedulian KKP untuk  menjaga potensi perikananan dan melestarikan penyu belimbing yang hampir punah di wilayah Tambrauw. KKP berharap, ke depan dapat terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata di daerah. (Garry Achmad/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments