KKP Telah Tenggelamkan 363 Kapal Pencuri Ikan

62
Dok. Humas KKP/Handika Rizki R

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan selama ini telah menenggelamkan ratusan kapal pencuri ikan. Penenggelaman untuk memberikan efek jera agar dapat memberantas aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di kawasan perairan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan ratusan kapal yang selama ini mencuri ikan telah ditenggelamkan. Kapal-kapal yang ditenggalamkan tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera dalam pemberantasan aktivitas penangkapan ikan ilegal diperairan Indonesia.

Dalam acara kampanye “Gerakan untuk Laut Indonesia yang Sehat” pada Minggu (15/7), Menteri Susi mengatakan bahwa sebanyak 363 kapal sudah ditenggelamkan dengan harapan pelaku penangkapan ikan secara ilegal tidak berani lagi masuk ke perairan Indonesia.

Pemberantasan terhadap penangkapan ikan secara ilegal yang dilakukan KKP melalui koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait. Hal ini karena KKP menyadari bahwa dalam pemberantasan tindak pidana penangkapan ikan secara ilegal, KKP tidak mungkin memberantas secara sendirian.

Nilanto Prabowo selaku Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP menyatakan bahwa KKP tidak mungkin bekerja sendiri. “Sehingga diharapkan seluruh Kementerian dan Lembaga terus dapat bekerja bersama dengan KKP dalam mengelola sumber daya perikanan,” kata Nilanto Prabowo.

Nilanto menambahkan kerja sama yang dilakukan antarlembaga merupakan kunci keberhasilan pemerintah Indonesia dalam memberantas pencurian ikan. Terkait tindak pidana pencurian ikan, KKP menyelenggarakan pertemuan Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana di Bidang Perikanan (TPP) Tingkat Pusat Tahun 2018 pada akhir Juni 2018.

Sebelumnya, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) berharap agar pemerintah dapat melanjutkan dan meningkatan pemberantasan pencurian ikan dikawasan perairan Indonesia. “Iskindo mengusulkan kepada presiden untuk tetap konsisten memberantas dan mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, yang tidak diatur dan tidak dilaporkan, serta penangkapan ikan yang merusak menuju perikanan berkelanjutan,” ungkap Ketua Harian Iskindo, Moh Abdi Suhufan.

Menurutnya, mewujudkan perikanan berkelanjutan menjadi hal yang penting mengingat banyaknya degradasi ekosistem laut diberbagai tempat.

Mengingat sejumlah kajian menyatakan bahwa sekitar 90 persen perikanan global mengalami penangkapan ikan yang berlebih, maka Abdi mengingatkan konsistensi dibutuhkan untuk menerapkan kebijakan maritim serta sebagai bentuk peduli dengan penangkapan ikan. (Faizah Salsabila/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments