KKP Targetkan Peningkatan Konsumsi Ikan di Pulau Jawa

21
Acara ‘Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Pasar Ikan Ramadan’ di Area Parkir Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (3/6). Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengadakan “Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Pasar Ikan Ramadhan” pada Minggu, (3/6) lalu di Area Parkir Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Pulau Jawa. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto menyatakan bahwa kurangnya konsumsi ikan di Jawa melatarbelakangi terlaksananya acara tersebut.

Dengan melibatkan 20 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dibidang kelautan dan perikanan, kegiatan tersebut mempromosikan produk perikanan segar, ikan olahan, maupun menghasilkan kerajinan tangan.

Lebih lanjut, Rifky menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya ikan sebesar 9,9 ton dan memiliki luas lahan untuk budidaya 83,6 juta hektare (ha) yang cukup untuk memenuhi kebutuhan protein ikan bagi masyarakat serta digunakan untuk membuka lahan pekerjaan. Hal tersebut menjadi alasan mengapa masyarakat perlu mengkonsumsi ikan khususnya di Jawa yang masyarakatnya masih kurang mengkonsumsi ikan dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

Terkait hal tersebut, KKP pada tahun 2018 memiliki target angka konsumsi ikan di Indonesia meningkat sebesar 50,65 kg per kapita per tahun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah mengkonsumsi ikan sebesar 47,34 kg per kapita per tahun. Guna menunjang target tersebut, KKP membutuhkan sekitar 800 ribu ton tambahan ikan ke pasar domestik.

Dirjen PSDKP juga mengatakan bahwa target produksi KKP terhadap perikanan tangkap saat ini sebanyak sebesar 7 juta ton dan budidaya sebesar 7 juta ton yang lebih dari cukup, sehingga sebagian bisa diekspor.

Selain itu, dukungan terhadap konsumsi ikan juga juga dilakukan melalui pemberian bantuan budidaya lele sistem bioflok yang diserahkan kepada pesantren dan sekolah yang memiliki asrama lainnya.

Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia Moh Abdi Suhufan sebelumnya telah mengatakan bahwa pemerintah perlu membangkitkan sektor perikanan tangkap mengingat sektor perikanan dikawasan perairan nasional selama ini meningkat dengan memberikan biaya dari perbankan untuk mendukung modal usaha perikanan tangkap nasional. Langkah tersebut dianggap dapat mendorong pihak perbankan diberbagai daerah untuk mendapatkan modal usaha perikanan tangkap nasional. (Salsabila/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments