KKP Siapkan Program Pembangunan Perikanan Budidaya 2018

1791
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat meresmikan aplikasi “AKUBISA” di Hotel Allium Tangerang, Senin (23/10). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Jakarta – Tahun 2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya terus mendorong  program prioritas di berbagai daerah, diantaranya: (1) bantuan benih ikan sebanyak 200 juta ekor; (2) revitalisasi KJA sebanyak 300 unit (1.200 lubang); (3) dukungan sarana usaha budidaya sebanyak 750 paket; (4) pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di 3 lokasi; (5) pengembangan budidaya lele system bioflok sebanyak 300 unit usaha; (6) pengembangan minapadi seluas 500 hektar; dan (7) pengembangan pakan mandiri sebanyak 250 paket.

 “KKP fokus mendorong program prioritas secara masif dan menyentuh langsung masyarakat pembudidaya dan diharapkan berdampak positif bagi pencapaian kinerja perikanan budidaya. Seperti contohnya, pengembangan budidaya lele bioflok, dan revitalisasi KJA akan secara langsung memicu peningkatan produksi perikanan budidaya. Begitupun program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) juga telah memicu peningkatan angka NTUPi,” jelas Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dalam acara Pembukaan Rapat Finalisasi RKAKL dan Singkronisasi Program Perikanan Budidaya di Hotel Allium Tangerang, Minggu (22/10).

Slamet menambahkan, pihaknya konsen untuk mendorong strategi pengembangan perikanan budidaya melalui klasterisasi kawasan budidaya berbasis komoditas unggulan; penguatan kelembagaan penunjang dalam hal ini koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes); integrasi program dengan lintas sektor; dan pengembangan usaha budidaya berbasis inovasi teknologi seperti KJA offshore; bioflok, dan hatchery sistem RAS.

Di samping itu,  KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah jajaki kesepakatan kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) untuk mendukung pengembangan usaha di bidang perikanan budidaya.  Kesepakatan kerja sama yang akan ditindaklanjuti antara lain: pemberian fasilitasi kredit bagi pelaku usaha perikanan budidaya melalui skim kredit mikro; dukungan program corporate social responsibility (CSR) yang akan difokuskan dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya; dan fasilitas mini anjungan tunai mandiri (ATM) di Unit Pelaksana Teknis lingkup Ditjen Perikanan Budidaya.

Sementara itu, realisasi pembangunan sub-sektor perikanan budidaya hingga kuartal II tahun 2017 tercatat masing-masing pertumbuhan PDB sektor perikanan sebesar 6,53 persen; realisasi produksi perikanan budidaya  sebesar 8,15 juta ton;  produksi ikan hias sebesar 810,67 juta ekor; Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang mengalami perbaikan dengan capaian 99,17; dan Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) sebesar 110,57.

Slamet optimis capaian kinerja pembangunan perikanan budidaya pada tahun ini akan positif. Ia optimis berbagai program strategis perikanan budidaya akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan kegiatan usaha budidaya ikan di berbagai daerah. Ia mencontohkan peningkatan angka NTPI dan NTUPi pada kuartal II tahun 2017 memperlihatkan ada perbaikan terhadap daya beli pembudidaya ikan dan peningkatan efefsiensi usaha di bidang perikanan budidaya. (Humas DJPB)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (68.4%)
  • Terinspirasi (28.9%)
  • Tidak Peduli (2.6%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments