KKP Rekomendasikan Enam Hal Ini Terkait Danau Toba

79
Dok. Vidio.com

KKPNews, Medan – Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia. Pada tahun 2017, Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/209/KPTS/2017 tentang Status Tropik Danau Toba. SK tersebut menetapkan bahwa Danau Toba merupakan danau berstatus oligotropik atau danau dengan kandungan zat hara yang sangat rendah.

Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk memperbaiki atau mengembalikan kesuburan Danau Toba. Berdasarkan surat keputusan yang sama pula, daya dukung danau untuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung ditetapkan menjadi sebesar 10.000 ton per tahun.

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) menyosialisasikan hasil kajian daya dukung dan penetapan zonasi untuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung di Danau Toba, Sumatra Utara.

Hal ini disampaikan dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (14/8). FGD dihadiri oleh berbagai pihak seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan CARE IPB, Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (LP USU), Dirjen Budidaya Perikanan KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, dan Kementerian Koordinator Maritim.

FGD ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian dan kajian daya dukung dan penetapan zonasi untuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA) di Danau Toba yang dilakukan lembaga tersebut.

“Kami berharap rekomendasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan pemerintah dalam rangka pengelolaan Danau Toba secara berkelanjutan,” ujar Peneliti BRSDMKP Krismono.

Sebelum mengajukan rekomendasi, BRSDMKP telah terlebih dahulu melakukan penelitian sejak 2017 hingga 2018 dengan 25 titik penelitian dan tiga titik kedalaman serta sungai yang masuk Danau Toba sebanyak 40 titik. Waktu pengambilan sampel berlangsung pada musim kemarau Agustus 2017, musim hujan Desember 2017, dan musim peralihan Maret 2018, dengan rentang waktu masing-masing selama 10 hari.

Terdapat enam hal yang menjadi rekomendasi yakni:

1. Mengubah visi dari SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/213/KPTS/2017 tentang Daya Tampung Beban Pencemaran dan Daya Dukung Danau Toba untuk Budidaya Perikanan dan SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/209/KPTS/2017 tentang Status Tropik Danau Toba dari oligotropik menjadi mesotropik.

2. Menetapkan daya dukung perairan Danau Toba untuk budidaya perikanan KJA sebesar 45.000 hingga 65.000 ton ikan per tahun.

3. Menyesuaikan tata letak atau zonasi budidaya perikanan KJA di Danau Toba sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81/2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya dan peraturan lain yang berlaku.

4. Memberi pedoman standarisasi budaya ikan KJA di Danau Toba sesuai dengan arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka budi daya perikanan yang rama lingkungan.

5. Menjalankan kemitraan antara KJA milik perusahaan dan KJA milik masyarakat dalam rangka pembangunan ekonomi kerakyatan.

6. BDRSM merekomendasikan agar pengalokasian kuota produksi (Jumlah KJA) agar dibahas kemudian oleh masing-masing pihak terkait. (Dea Radista Rachmi/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments