KKP Panen Perdana Program Optimalisasi KJA Bintan

69
Panen perdana program optimalisasi KJA di Kepulauan Bintan pada KJA milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya, Desa Penaga, Bintan. Rabu (22/11). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Bintan – Optimalisasi   Karamba Jaring Apung (KJA) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pasalnya, program ini sudah mulai menunjukkan hasil dengan dilakukannya panen perdana pada KJA milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya di Desa Penaga, Kepulauan Bintan pada Rabu (22/11).

Apresiasi datang dari Bupati Bintan, yang diwakili oleh Sekda Bintan Adi Prihantara. Adi yang hadir pada panen perdana tersebut menyatakan apresiasi atas keberhasilan program KKP. Menurutnya program ini secara langsung akan membawa pengaruh besar terhadap pemanfaatan ekonomi sumberdaya perikanan khususnya budidaya laut di Kepulauan Bintan.

“Sejak dulu, Kepulauan Bintan dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumberdaya kelautan dan perikanan. Usaha Budidaya laut menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Ke depan, saya yakin dengan dukungan seluruh pihak, usaha ini akan berkembang pesat. Investasi masuk dan sudah barang tentu akan memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi Bintan,” ungkapnya

Kepala BPBL Batam Toha Rosadi mengatakan instansinya diberi tanggung jawab untuk mengoptimalkan 300 lubang KJA di wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang tersebar di Kepulauan Natuna, Kota Batam, dan Kabupaten Bintan.

“Kegiatan ini meliputi dua kegiatan pokok yaitu dukungan sarana dan prasarana serta pendampingan teknis. Hingga Tahun 2017 jumlah benih ikan yang diberikan mencapai 403.000 ekor benih terdiri dari ikan bawal bintang, kakap dan kerapu,” jelas Toha saat dimintai keterangan.

Sementara itu, hasil produksi dari program ini di Kota Batam dan Kabupaten Bintan tahun 2017 mencapai 38,5 ton komoditas ikan bawal bintang dan kakap putih, dengan nilai ekonomi lebih dari Rp1,9 miliar rupiah. Sedangkan untuk Kabupaten Natuna ditargetkan akan dilakukan panen pada pertengahan tahun 2018 dengan target produksi sebesar 10 ton.

Untuk menjamin kesinambungan dan penguatan kapasitas usaha Pokdakan, pada tahun 2018 KKP melalui BPBL Batam telah memfasilitasi kerjasama dengan berbagai pihak.  Pihak yang sudah menyatakan kesediannya untuk mendukung usaha budidaya laut antara lain Bank Indonesia, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments