KKP Himbau Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Penyu Hijau

30
sumber: naviri magazine

KKPNews, Jakarta – Guna mengantisipasi kepunahan penyu hijau yang sata ini keberadaannya tinggal sedikit, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat jalur keluar masuk daerah yang menjadi habitat penyu hijau.

Kepala BKIPM Rina mengungkapkan bahwa arahan tersebut harus segera disosialisasikan pada masyarakat supaya ikut serta dalam mengawasi penyu hijau. “Memperketat jalur yang dilintasi penyu ini, tujuannya tidak lain untuk memastikan keberadaan penyu di habitatnya tetap terjaga,” ujar Rina pada Selasa (22/8).

Selain pihak KKP, Rini juga menghimbau pada seluruh pihak, terutama kalangan masyarakat supaya ikut menyumbang kontribusi dalam mengawasi habitat penyu di alam bebas supaya tingkat kelestariannya tetap terjaga.

“Kita minta kerja sama  masyarakat bila mengetahui adanya hal-hal yang mengganggu habitat penyu untuk segera diinformasi ke kami, seperti penjualan penyu dan telurnya, sekarang ini juga sudah ada media sosial (medsos), jadi bila ada hal-hal yang dapat mengancam habitat penyu bisa langsung diinfokan melalui medsos,” terang Rina.

Rina menekankan, jika masih ada pihak yang melakukan pemburuan penyu jeni spapaun, hal tersebut tentunya melanggar aturan dan akan dikenakan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. “Semua jenis penyu dilindungi oleh Pemerintah karena keberadaannya mulai punah, oleh karena itu mari kita jaga lestarikan mulai dari telurnya, daging hingga sisiknya jangan diperjualbelikan,” terangnya.

Selain itu, Rina juga menghimbau kepada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang ada di Kalimantan Utara maupun Kalimantan Timur untuk lebih berperan aktif dalam menjaga populasi hewan yang dilindungi oleh undang-undang tersebut.

“Teman-teman PSDKP pasti akan langsung menindaklanjuti bila ada hal-hal yang menggangu habitat penyu ini, perlu saya tegaskan lagi bahwa tindakan pencarian, pengambilan dan  bahkan kalau sampai ada yang memotong-motong penyu untuk dijual menjadi konsumsi sudah dianggap melanggar undang-undang, sehingga nanti akan kita tindak tegas,” ungkap Rini.

Selain dari masyarakat dan lembaga yang terkait, komitmen dari pemerintah daerah setempat untuk melindungi spesies yang diproteksi oleh undang-undang juga sangat dibutuhkan untuk memastikan habitat penyu yang ada sekarang tetap terjaga..

 “Bukan KKP saja yang mempunyai peranan menjaga kelestarian penyu ini, tapi semua pihak, mulai masyarakat, instansi terkait dan pemerintah daerah, mari bersama-sama menjaga kelestarian penyu ini,” tutupnya. (Damar Senoaji/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments