KKP Genjot Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Sumba Timur

123
DJPB memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan dan alat tangkap untuk menunjang operasi SKPT Sumba Timur. Dok. Humas DJPB

KKPNews, WaingapuKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui unit kerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendukung program pemerintah untuk membangun wilayah perbatasan dan pulau terluar Republik Indonesia. Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu lokasi yang dipercaya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah perbatasan.

“Kabupaten Sumba Timur dipilih karena memiliki potensi kawasan perikanan yang besar, baik di bidang perikanan tangkap maupun perikanan budidaya,” jelas Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan kapal penangkap ikan di Pelabuhan Rakyat Waingapu, NTT.

Untuk bidang perikanan tangkap, kawasan laut Pulau Sumba memiliki stok ikan lestari atau Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 66.200 ton/tahun dengan jumlah tangkapan maksimal atau Total Allowable Catch (TAC) sebesar 52.300 ton/tahun. Dari angka tersebut, pemanfaatan perikanan tangkap baru mencapai 11.967 ton dengan armada tangkap sebanyak 1.439 unit.

Armada tangkap di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2016 sebagian besar merupakan armada tradisional dengan perahu jukung sebanyak 749 unit (52,7%), diikuti dengan perahu motor tempel sebanyak 575 unit (40,46%), dengan alat tangkap dominan pancing ulur dan jaring insang/mini purse seine yang lazim digunakan untuk one day fishing. “Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan penangkapan ikan masih dilakukan oleh nelayan skala kecil dan penangkapan hanya dilakukan di sekitar perairan pantai kurang dari 12 mil. Hal inilah yang membuat produksi perikanan tangkap masyarakat Kabupaten Sumba Timur masih relatif rendah,” lanjut Slamet.

Jumlah armada kapal penangkap ikan yang ideal untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh perairan Sumba Timur adalah 585 unit, dimana 515 unit diantaranya ditujukan untuk menangkap ikan pelagis baik besar maupun kecil.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan dan alat tangkap yang terdiri dari 30 unit kapal tangkap < 5 GT, 30 unit alat tangkap jaring multifilamen dan alat pancing serta 9 unit coolbox kepada 9 kelompok koperasi di Sumba Timur.

“Dengan bantuan ini diharapkan menjadikan  wilayah Sumba Timur mengalami peningkatan taraf hidup nelayan dan pembudidaya sehingga menjadi kawasan berekonomi maju berbasis kelautan dan perikanan” pungkas Slamet.

Umbu Maramba Meha, Ketua Kelompok Koperasi Elshaday Tiberias Elroy dari kecamatan  Pandawai, sebagai perwakilan penerima bantuan menghaturkan rasa terimakasih kepada pemerintah melalui KKP yang telah memberikan bantuan kepada nelayan di Sumba Timur.

“Bantuan dari pemerintah akan terus kami kawal melalui pemberdayaan anggota koperasi dengan membentuk kelompok kerja. Kami harap pemerintah dapat terus memberikan bimbingan, pendampingan, dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas nelayan di Sumba,” jelas Umbu.

Pada kesempatan yang sama, Gidion Mbilijora, Bupati Sumba Timur dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dengan dijadikannya Sumba Timur sebagai salah satu dari 12 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di seluruh Indonesia.

Gidion mengungkapkan, “Kesempatan baik ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur, khususnya masyarakat perikanan.”

“Kami terus mendorong pembudidaya dan nelayan untuk membentuk kelompok dan koperasi untuk menjembatani bantuan dari pemerintah masuk ke Sumba Timur,” tutup Gidion. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments