KKP Gelar Lomba Inovasi Masakan Ikan Nasional Ke-3

217
Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto (kiri) dan Direntur Jenderal PDSPKP Nilanto Perbowo saat melakukan penjurian Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan Tingkat Nasional Ke 3 Tahun 2017, di Jakarta, Rabu (16/8). Dok. Humas PDSPKP

KKPNews, Jakarta – Meningkatkan konsumsi ikan dan menumbuhkembangkan ekonomi kreatif berbasis kuliner hasil laut, menjadi tujuan Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan Tingkat Nasional Ke-3 Tahun 2017 hari ini, Rabu (16/8) di parkiran Kantor KKP Gedung Mina Bahari III, Jakarta. Acara yang bersifat promotif dan edukatif ini, dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo bersama Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto, serta dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Brahmantya Satyamurti.

Sebelum acara dibuka, sebanyak 55 orang peserta dengan usia maksimal 25 tahun melakukan live perform. Mereka rata-rata siswa sekolah menengah kejuruan dan mahasiswi dari beberapa provinsi.

Juri lomba kali ini terdiri dari 3 chef profesional, yaitu Stefu Santoso, Dedi Karyadi, dan Dedes yang tergabung dalam Asosiasi Chef Profesional untuk memilih juara 1 sampai harapan 2. Adapun poin penilaian di antaranya gagasan atau ide baru, keterampilan memasak, cita rasa, dan penyajian atau penampilan. Sedangkan juara favorit dipilih khusus oleh Innes Rachmania (Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Ditjen PDSPKP) sebagai juri kehormatan, dengan poin penilaian kebersihan, kerapihan, dan keharmonisan dalam penataan.

“Acara Lomba Inovasi Masakan Berbahan Baku Ikan Tingkat Nasional ke 3 Tahun 2017 sengaja diselenggarakan pada hari ini sebagai bagian dalam rangka peringatan HUT RI Ke-72, sekaligus sebagai bagian dari semangat yang dicanangkan Bapak Presiden Jokowi bahwa makan ikan itu enak, dalam rangka meningkatkan Angka Konsumsi Ikan per kapita, dalam rangka memperbaiki gizi masyarakat. Lomba ini memperkenalkan bahwa makan ikan bahan baku ikan sehat bagi kita semua. Acara ini diselenggarakan lebih menekankan inovasi dan inisiaif baru yang dihasilkan peserta lomba,” ungkap Nilanto Perbowo saat membuka acara.

“Saya sangat berbahagia melihat generasi muda berkreasi pada pagi hari ini, kalah menang adalah hal yang biasa, yang penting semangatnya,” timpal Rifky mengawali pengarahannya.

Lomba masak makanan berbahan baku ikan ini juga mengukuhkan bahwa ikan menjadi pilihan asupan protein utama masyarakat. Terbukti bila dibandingkan dengan perbandingan konsumsi daging sapi yang hanya 5 kg per kapita, konsumsi ikan pada tahun 2016 mencapai 43,8 kg per kapita, dan diharapkan tahun 2017 mencapai 47 kg per kapita.

Sebagai apresiasi bagi para pemenang, KKP akan menayangkan lomba baru di televisi. Dengan demikian, Rifky berharap masyarakat akan tertarik untuk menekuni bidang kuliner terutama makanan berbahan ikan. Lebih jauh diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan chef kuliner ke depannya.

“Kalau semakin banyak diketahui, semakin banyak diminati makanan dengan bahan baku ikan. Saya kira akan membuat Bangsa Indonesia sehat, kuat, dan memberikan satu jaminan livelihood yang baik, termasuk kepada para chefnya. Karena chef ini yang ada di ujung yang berhubungan langsung dengan para konsumen,” terang Rifky.

Dalam kegiatan tersebut, ada tiga kategori yang diperlombakan, yaitu kategori menu kudapan/snack, kategori menu keluarga, dan kategori favorit.

Kategori menu kudapan/snack dimenangkan oleh M. Zainul Hasan dari Provinsi DKI Jakarta dengan menu “Ikan Bali Sambal Mata”, disusul oleh Fatmadila Rahayu dari Provinsi Riau dengan menu “Ketan Sarikaya Ikan”, kemudian Basuki dari Provinsi Jambi dengan menu “Lapis Kakap Mali-mali”. Harapan 1 dan harapan 2 masing-masing diraih oleh Firli Nur Annisa dari Provinsi Jawa Timur dan Nabila Putri dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Adapun kategori menu keluarga dimenangkan oleh Jonathan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dengan menu “Ikan Kakap Putih Kuah Kuning”, disusul oleh Bayu Apriyanto dari Provinsi DKI Jakarta dengan menu “Jukutanu Sambal Delima”, kemudian Wiyandi dari Akademi Pariwisata Indonesia dengan menu “Sate Lilit Ikan”. Harapan 1 dan harapan 2 masing-masing diraih oleh Ghodjali Syahlan dari Sekolah Akademi Pariwisata Indonesia dan Tirta Insan Pratama dari Provinsi Riau.

Sedangkan juara favorit jatuh kepada Rifa Sofia dari Provinsi Jambi dengan menu “Udang Keyak (Kenikir Tempoyak). (Humas PDSPKP/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments