KKP Gelar Konsultasi Publik Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional

37
Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP Suharyanto.

KKPNews, Semarang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar acara Konsultasi Publik Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN) Kedungsepur di Hotel Kesambi Hijau, Semarang, Kamis (31/5). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi dan diikuti 60 orang peserta dari Kementerian/lembaga, Perguruan Tinggi (UNDIP), UPT PSPL Serang, Denpasar, dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemda Kendal.

Tujuan diadakannya konsultasi publik ini untuk menyampaikan perkembangan penyusunan dari RZ KSN Kedungsepur, serta klarifikasi terkait pemanfaatan ruang laut bernilai strategis nasional di wilayah perencanaan RZ KSN Kedungsepur kepada stakeholder terkait yang telah dipetakan dalam peta struktur dan pola ruang RZ KSN.

Konsultasi ini memiliki tujuan khusus yang ingin dicapai yaitu untuk mensosialisasikan program perencanaan ruang laut di Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT), serta mengidentifikasi dan merumuskan isu-isu strategis serta permasalahan pemanfaatan ruang di kawasan strategis.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menginventarisasi kegiatan yang bernilai penting dan strategis nasional dan memetakan konflik peraturan untuk harmonisasi pelaksanaan kewenangan pengelolaan perairan di kawasan strategis nasional.

“Wilayah ruang laut area Jateng cukup intensif dalam perubahannya tiap waktu, karena garis pantai itu dinamis. Penyebabnya sendiri karena berbagai hal terkait fenomena alam dan juga ulah manusia,” ujar Lalu.

“Kita berharap kesepakatan alokasi ruang, nilai penting dan strategis nasional di Kawasan laut dapat dilahirkan dalam konsultasi publik ini,” lanjutnya.

Lalu menambahkan, diharapkan seluruh hal-hal yang dibutuhkan sudah masuk tahapan pengharmonisasian di Kemenkumhan pada Juni mendatang. Selain itu diharapkan Ranperpres RZ KSN ini dapat diselesaikan akhir tahun 2018 ini.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP, Suharyanto menyatakan, rencana zonasi sendiri secara prinsip untuk menyelaraskan dan menyerasikan keadaan alam yang telah ada. Menurutnya, RZ dibuat untuk mengantisipasi fenomena perubahan daratan dan laut sekitar 20 tahun ke depan. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments