KKP Gelar Fun Cooking Olahan Ikan, Kreasi dan Inovasi Makanan Bergizi

41
dok.humas KKP

KKPNews, Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 73, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan Fun Cooking Olahan Ikan di Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (3/8). Kegiatan membuat sajian berbahan baku fillet kakap merah dan bawal putih tersebut sekaligus digunakan sebagai kampanye Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) guna meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi makanan berbahan ikan.

Pada Lomba Fun Cooking Olahan Ikan ini, sederet pejabat KKP, pemimpin redaksi media massa nasional, dan kelompok ibu-ibu Minawati Binangkit turut ambil bagian sebagai peserta. Secara berkelompok mereka berlomba-lomba menunjukkan keahlian, kreasi, dan inovasi untuk menyajikan sajian yang menggugah selera.

Dalam perlombaan ini, peserta diminta memasak dua jenis makanan, yaitu sop pindang gunung kakap merah sebagai menu wajib, dan olahan kreasi bebas ikan bawal putih.

Pindang gunung sendiri merupakan makanan yang sarat dengan kearifan lokal. Disebut pindang gunung karena dua alasan. Pertama, saat memasak pindang gunung, seluruh cita rasa dari rempah-rempah harus menyatu dalam satu masakan, atau dengan istilah lain memindahkan seluruh isi gunung ke dalam wajan sehingga memunculkan cita rasa yang khas dan berbeda dari masakan-masakan lainnya. Kedua, disebut pindang gunung karena masakan ini biasa dibuat dalam porsi yang besar yang dapat dibagikan kepada masyarakat yang dulunya tinggal di sekitar gunung. Meskipun ikannya tak banyak, pindang gunung dibuat dengan kuah yang banyak dengan cita rasa tinggi sebagai teman makan.

“Pindang gunung itu seperti sop ikan tapi rasanya pedas, rasanya ada asamnya, dan segar-segar gitu, terasa jahe, terasa kunyit, terasa juga lengkuasnya, terasa serehnya, salamnya, dan asem-asemnya itu seger banget. Dan saya pikir semua akan suka sop ikan pindang gunung khas Pangandaran ini,” ungkap Menteri Susi.

Sementara itu, masakan kreasi memunculkan banyak ide-ide segar lainnya, mulai dari ikan bawal sambal kuning, ikan bawal asam manis spesial, bawal goreng asin, ikan bawal saos padang, ikan Pangandaran style, dan sebagainya.

Kegiatan Fun Cooking ini diikuti antusias oleh para peserta. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar misalnya. Menurutnya, ia dan rekan kelompoknya akan menyajikan olahan ikan yang terbaik.

“Kita memastikan bahwa masakan yang kita masak ini benar-benar enak, kualitasnya juga bagus, diolah dengan keterampilan yang tinggi,” ungkap dia.

Adapun Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo mengatakan, bahan baku ikan yang merupakan daging putih memiliki berbagai keunggulan dibandingkan daging merah. Ikan sangat baik untuk pertumbuhan manusia untuk mendorong Program Kementerian Kesehatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), program peningkatan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan perkembangan otak anak-anak dibawah umur dua tahun (Baduta), serta Program KKP Gemarikan.

Ia berpendapat, ikan merupakan sumber gizi lengkap seperti protein dan omega 3 (tertinggi pada ikan kembung). Daging ikan juga tidak mengandung kolestrol jahat sehingga dapat dinikmati dengan nyaman dan bericta rasa lebih enak.

“Ikan kembung banyak di Indonesia dan itu lebih bagus daripada ikan yang diimpor. Jadi kalau ingin makan ikan, pilihlah ikan lokal. Ikan lokal Indonesia banyak banget, dari laut ada, dari air tawar ada,” tutur Nilanto.

Program peningkatan konsumsi ikan memang menjadi satu agenda penting KKP. Tahun ini (2018), KKP menargetkan angka konsumsi ikan Indonesia 50,65 kg per kapita per tahun, naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 47,34 kg per kapita per tahun.

Target ini dibuat karena Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan yang besar, yaitu sekitar 9,9 juta ton dengan potensi luas lahan budidaya 83,6 juta Ha. Potensi ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan protein ikan bagi masyarakat serta mampu membuka banyak lahan pekerjaan.

Selain gelaran Fun Cooking Olahan Ikan, di Pangandaran Menteri Susi bersama rombongan juga mencicipi produk olahan ikan hasil praktik taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Pangandaran. Mereka menyajikan berbagai olahan makanan kekinian berbahan hasil laut seperti tahu ikan, bakso ikan, dan jelly drink rumput laut.

Mengingat tersedia banyaknya pilihan makanan berbahan ikan, Menteri Susi terus mengimbau masyarakat untuk makan ikan. “Harus makan ikan. Makan ikan sehat, makan ikan kuat, makan ikan juara, makan ikan juga bikin pintar. Tidak makan ikan lemah, tidak makan ikan saya tenggelamkan,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments