KKP Gandeng BRI Sediakan Bantuan Permodalan Peralihan Alat Tangkap

63
Hari ketiga pendataan ulang kapal dengan alat tangkap cantrang di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Sabtu (3/2). Dok. Humas KKP/ Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggandeng perbankan untuk menyediakan bantuan permodalan peralihan alat tangkap ramah lingkungan bagi nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, KKP telah menggandeng BRI untuk mempercepat tujuan tersebut.

Jumat (2/1) lalu, Menteri Susi telah melakukan peninjauan pendataan, validasi, dan verifikasi kapal nelayan dengan alat tangkap tidak ramah lingkungan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah.  Pendataan di Kota Tegal tersebut berlangsung sejak Kamis (1/2) hingga Minggu (4/2).

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan ukuran kapal dan alat tangkap yang selama ini digunakan sudah ramah lingkungan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

Sebelumnya, KKP telah menggalakan Gerakan Permodalan Nelayan (Gemonel) sebagai langkah percepatan permodalan bagi nelayan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan.

“Tujuan Gemonel pada dasarnya untuk percepatan fasilitasi permodalan, khususnya untuk skema KUR (kredit usaha rakyat) mikro dan retail bagi nelayan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja.

Dalam pelaksanaan program Gemonel, KKP bekerja sama dengan sejumlah pihak perbankan dan non-perbankan.

Sjarief menambahkan, program tersebut memberikan skim yang sangat menarik dengan ragam kemudahan kepada nelayan dan bunga hanya 4 persen, jauh di bawah bunga perbankan pada umumnya.

Dengan diberikannya modal untuk mengganti alat tangkap para nelayan yang lebih ramah lingkungan, diharapkan para nelayan dapat segera mungkin mengganti alat tangkap yang telah di larang. Pergantian alat tangkap ini dapat memperbaiki ekosistem di kelautan Indonesia dan meningkatkan hasil ikan nelayan. (Muhammad Fadel Widyarama/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments