KKP Fasilitasi Permodalan Perikanan Tangkap Senilai Rp68,9 M di Kalimantan Barat

54
Masyarakat nelayan penerima bantuan permodalan. Dok. Humas DJPT

KKPNews, Pontianak – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/4). Dalam kunjungannya tersebut KKP memberikan bantuan fasilitasi permodalan di sektor perikanan tangkap dengan rincian 2.130 orang debitur dengan jumlah outstanding kredit (OK) senilai Rp68.851.763.723. Selain itu, diberikan pula bantuan 5 unit kapal penangkap ikan berukuran 5 GT senilai Rp1,16 miliar dan 226 paket API senilai Rp4,94 miliar.

Dalam sambutannya Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) M. Zulficar Mochtar mengatakan, bantuan yang diberikan kepada nelayan diharapkan dapat membantu para nelayan dalam hal mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kunjungan kerja yang dihadiri oleh 150 orang tersebut, KKP bersama DPR RI memberikan bantuan permodalan secara simbolis kepada 9 orang. Adapun rician permodalan tersebut, dari BRI kepada lima nelayan yaitu Effendi Rp10 juta, Jaka Rp10 juta, Rasyid Rp15 juta, Hidayat Rp7 juta, dan Heryanto Rp30 juta; dari BNI kepada dua orang nelayan yaitu Hasannudin Rp25 juta dan Saparlan Rp 25 juta; dari Bank Kalbar kepada lina nelayan yaitu Agustami Rp100 juta, Dedi Iskandar Rp75 juta, Nenky Rp49 juta, Agus Supianto Rp50 juta, dan Yeni Rp35 juta; dan dari Bank Mandiri kepada lima nelayan yaitu Sumiati Rp80 juta, Giyantrie Maulana Rp25 juta, Emi Karyani Rp100 juta, Sulaiman Rp100 juta, dan Darmawansyah Rp100 juta.

Selain itu, terdapat klaim asuransi dengan rekapitulasi per 16 April 2018 sebanyak 59 klaim dengan total nilai tanggungan sebesar Rp7,3 miliar. Khusus tahun 2017, nilai klaim asuransi nelayan untuk Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp480 juta dengan rincian 5 klaim di Kab. Kayong Utara senilai Rp260 juta; 2 klaim di Kab. Pontianak senilai Rp200 juta; dan 1 klaim di Kab. Kubu Raya senilai Rp20 juta.

Sedangkan target bantuan premi asuransi nelayan seluruh Indonesia tahun 2017 sebanyak 500.000 nelayan telah terealisasi seluruhnya (100%). Untuk Provinsi Kalimantan Barat terealisasi total premi senilai Rp1.105.830.000 untuk 6.702 orang dengan rincian sebagai berikut: Bengkayang sejumlah 815 orang sebesar Rp134,475 juta, Ketapang sejumlah1.452 sebesar Rp239,580 juta, Pontianak sejumlah 455 sebesar Rp75,075 juta, Sambas sejumlah 1.745 sebesar Rp287,925 juta, Kayong Utara sejumlah 1.566 sebesar Rp258,39 juta, Kubu Raya sejumlah 575 sebesar Rp94,875 juta, Kota Pontianak sejumlah 9 sebesar Rp1,485 juta, Kota Singkawang sejumlah 85 sebesar Rp14,025 juta.

“Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp200 juta apabila meninggal dunia, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap, dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan Rp20 juta,” jelas Zulficar.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Kab. Mempawah Ismail; Direktur Perizinan dan Kenelayanan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Saifuddin; para anggota Komisi IV DPR RI; Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat Buntaran; Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mempawah Sarwono; Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Makassau; Kepala Pelabuhan Teluk Batang; Komandan Kodim Kabupaten Mempawah; Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mempawah; Kepala Satuan Kepolisian Perairan Resor Mempawah; Direktur Utama PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero); Kepala Kanwil PT Bank BNI Provinsi Kalimantan Barat; Kepala Kanwil PT Bank Mandiri Provinsi Kalimantan Barat; Kepala Kanwil PT BPD Kalimantan Barat (Bank Kalbar); Kepala Cabang Bank BRI Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank BNI Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank Mandiri Kab. Mempawah; Kepala Cabang Bank BPD Kalimantan Barat Kabupaten Mempawah; Ketua DPD HNSI Provinsi Kalimantan Barat; dan Ketua DPC Kabupaten Mempawah. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments