KKP Dorong BPPP Bitung dan Politeknik KP Bitung Jadi Role Model Zona Integritas

67
acara ‘Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Bitung dan Politeknik KP Bitung, Selasa (8/5). Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Bitung – Upaya penindakan kasus korupsi di Indonesia telah berjalan secara intensif, namun upaya pencegahan masih kurang memadai, sehingga upaya pemberantasan korupsi dinilai masih belum optimal. Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 62/PERMEN-KP/2017 tentang Pedoman Pembangunan dan Penetapan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan KKP. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), Maman Hermawan saat mewakili Kepala BRSDM KP Zulficar Mochtar dalam pembukaan simbolis acara ‘Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Bitung dan Politeknik KP Bitung, Selasa (8/5).

Maman menjelaskan, pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM merupakan komitmen KKP dalam upaya pencegahan tindakan dan budaya korupsi. Menurutnya, dalam rangka pembangunan Zona Integritas, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah menyelaraskan instrumen ZI dengan instrumen evaluasi Reformasi Birokrasi, serta penyederhanaan pada indikator proses dan indikator hasil yang lebih fokus dan akurat. Pembangunan Zona Integritas juga dilakukan dengan membangun percontohan-percontohan pada tingkat unit kerja sebagai Unit Menuju WBK/WBBM.

“Pada tahun 2017, unit kerja yang diusulkan adalah BRPBAPPP Maros, SUPM Pontianak, BPPP Tegal, dan BBRBLPP Gondol, dan telah mendapatkan sertifikat penetapan sebagai unit kerja berpredikat menuju WBK dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Di tahun 2018 kami membangun BPPP Bitung, Politeknik KP Bitung, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi, dan BPPP Medan. Di mana BPPP Bitung dan Politeknik KP Bitung harus menjadi role model sebagai unit kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM,” terang Maman yang didampingi Kepala BPPP Bitung Asep Suryana, Direktur Politeknik Bitung Adi Suseno, dan Inspektur V Cipto Hadi Prayitno.

Adapun untuk membangun budaya integritas, menurut Maman, setiap unit kerja harus memenuhi poin-poin penting seperti internalisasi nilai-nilai yang meliputi integritas, etos kerja, gotong royong; pembangunan sistem yang meliputi UU, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, sanksi dan penghargaan; serta penguatan kepemimpinan yang meliputi keteladanan, pemimpin perubahan, bimbingan dan komunikasi.

Pihaknya pun berharap Inspektorat Jenderal KKP selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah dan Unit Penggerak Integritas dapat memberikan dorongan dan dukungan khususnya pada keempat unit kerja yang tengah dibangun secara berkelanjutan, melalui kegiatan evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya sehingga memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Unit Kerja Berpredikat WBK/WBBM.

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur V Cipto Hadi Prayitno turut memaparkan tahap persiapan sampai dengan tahap pembangunan, syarat-syarat mejadi unit kerja yang diusulkan, langkah-langkah dalam membangun Unit Kerja menuju WBK/WBBM, hingga kerangka logis penilaian yang mencakup komponen pengungkit sebesar 60 persen dan komponen hasil 40 persen.

“Dengan berpredikat WBK/WBBM, setiap unit kerja dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, dan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” tutur Cipto.

Sebagai bentuk komitmen tindak lajut Pencanangan Pembangunan Zona Integritas, Direktur Politeknik KP Bitung dan Kepala BPP Bitung turut menandatangai Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Politeknik KP dan BPP Bitung yang disaksikan oleh Sekretaris BRSDM KP, Inspektur V KKP, dan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mewakili Kepala Biro SDM Aparatur KKP. (Humas BRSDM/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments