KKP Dorong 300 Perusahaan Migas Terapkan Teknologi Kelautan

240

Jakarta, KKPNews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mempertemukan 300 perusahaan/korporasi pelaksana Kontrak Kerja Kerja Sama (KKKS) di bawah SKK Migas.

Hal tersebut sebagai upaya mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi kelautan dan perikanan di wilayah eksplorasi migas.

Kepala Balitbang KKP Zulficar Mochtar menuturkan, pengembangan dan penelitian teknologi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu indikator penting untuk mendorong terciptanya perikanan ramah lingkungan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, terutama untuk memasuki pasar internasional.

Selain itu, keberadaan alat tangkap dan operasi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan di sekitar wilayah eksplorasi migas sering memicu gesekan horizontal antara nelayan dan pelaksana eksplorasi.

“Melalui forum ini, diharapkan stakeholder maupun pemangku kepentingan mampu menjalankan fungsi proses difusi, adopsi, dan penerapan langsung hasil karya peneliti dan inovator kelautan dan perikanan yang nilai kemanfaatannya dapat dirasakan instansi pemerintah dan korporasi,” ujar Zulficar di Gedung KKP, Jakarta, Senin (22/8).

Selain itu, pertemuan ini juga dalam rangka membangun sinergi yang terkait dengan pembangunan KKP‎ serta Corporate Social Responsibility (CSR) para kontraktor migas.

“‎Inisiatif SKK Migas ini tentu sangat strategis, ada yang bergerak di bidang pengembangan ekonomi, penyelamatan terumbu karang, inisiatif kelembagaan nelayan. Tentu sangat strategis apabila disinergikan dengan inovasi dan teknologi di Balitbang,” imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menandatangani nota kesepahaman dalam Forum Mitra untuk Pengguna Teknologi Perikanan. Nantinya, produk teknologi perikanan diharapkan dapat diadopsi para KKKS.

“‎Tindak lanjutnya, kita akan rumuskan langkah strategis, kesepahaman area spesifik kerja. Kita tidak akan langsung ambisius, kami akan bekerja realistis dengan saling bersinergi. Akan jadi barometer awal kita. Harapan kita bisa dimulai tahun ini dan diagendakan hingga beberapa tahun ke depan”, ungkapnya.

Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Muliawan Haji menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama, untuk mencapai cita-cita menyejahterakan masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.

“Saatnya ke depan sinergi industri hulu migas dengan KKP karena banyak potensi ke depan untuk mencapai cita-cita bersama menyejahterakan masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi bisa bermanfaat,” ungkapnya. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments