KKP Diminta Menambah Bantuan Kapal Kecil untuk Nelayan

79
Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja didampingi anggota komisi IV DPR RI Roem Kono dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menandatangani prasasti peresmian TPI Higienis di PPN Kwandang, Gorontalo Jumat (19/1) Foto: Lukman Ariadi

KKPNews, Jakarta – Sektor kelautan dan perikanan semakin menjadi perhatian pemerintah untuk terus dikembangkan sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional. Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan bahwa laut adalah masa depan bangsa. Selanjutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah menteri Susi Pudjiastuti menerjemahkannya ke dalam tiga misi, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dalam acara Kunjungan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Gorontalo yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Inengo, Bone Bolango (19/1). Hadir pula pada kesempatan itu Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Roem Kono, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Sutrisno dan Direktur Pelabuhan Perikanan KKP Frits P. Lessnusa.

Menurut Sjarief, Gorontalo memiliki potensi perikanan yang sangat besar untuk terus dikembangkan demi kesejahteraan masyarakatnya. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 50 tahun 2017 tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI), Gorontalo yang terletak di dua WPP memiliki potensi perikanan sebesar 1.242.526 ton (WPP 715) dan 597.139 ton (WPP 716).

“Untuk itu pemerintah, dengan dukungan penuh komisi IV DPRRI terus memberikan bantuan bagi nelayan untuk menggeliatkan pembangunan perikanan di Gorontalo,” tegas Sjarief.

Pada kesempatan tersebut disampaikan bantuan 57 unit kapal perikanan dalam berbagai ukuran, 51 paket alat penangkapan ikan ramah lingkungan, premi asuransi nelayan untuk 7.638 orang, serta permodalan nelayan dengan total mencapai Rp 36,49 miliar untuk 2.725 debitur hasil kerjasama dengan Bank BRI berupa gerai permodalan nelayan.

Selain itu, Sjarief juga meresmikan Tempat Pemasaran Ikan higienis Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang senilai Rp545 juta dan pasar ikan bersih dari Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan senilai Rp3,2 miliar. Pemerintah juga memberikan bantuan ice flake machine berkapasitas 1,5 ton sebanyak 2 unit untuk Kota Gorontalo dan 2 unit untuk Kabupaten Gorontalo serta sarana kendaraan berpendingin roda 6 1 unit.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komis IV DPRRI Roem Kono berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan nelayan, khususnya Gorontalo. Menurutnya, bantuan pemerintah selama ini telah memberikan dampak signifikan. Terbukti di sepanjang pantai Gorontalo saat ini banyak sekali rumah-rumah bagus milik nelayan, sebagai salah satu indikasi naiknya kesejahteraan mereka.

“Wakil rakyat itu dipilih oleh rakyat dan harus bekerja untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Uang belanja pemerintah saat ini mencapai Rp2.000 triliun, dan sekitar Rp7 triliun di antaranya untuk perikanan. Bersama KKP saya akan terus berjuang untuk mebangun nelayan, khususnya bantuan kapal perikanan dan alat tangkap,” tegas Roem Kono.

“Saya juga minta KKP agar lebih memprioritaskan kapal-kapal kecil dengan cakupan jumlah penerima yang banyak. Jangan sampai hanya membangun kapal besar yang hanya berguna untuk sekelompok kecil masyarakat saja,” tambahnya.

Kono juga berterima kasih kepada para penyuluh perikanan yang bekerja luar biasa di lapangan mendampingi nelayan. “Hak-hak mereka jangan terabaikan, harus kita perjuangkan bersama-sama,” ujar Kono.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengajak kepada nelayan untuk terus menggalakkan usaha penangkapan ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Tak boleh ada usaha penangkapan yang illegal, merusak. Tidak boleh ada bom ikan. Jika ada, kita tangkap dan musnahkan,” tegasnya.

Sedangkan Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengucapkan terima kasih kepada KKP yang terus membantu masyarakat nelayan di kabupatennya.

“Pelabuhan Perikanan Inengo ini merupakan hasil karya KKP tahun 2014 dan 2015. Kini kami dibantu lagi, kami ucapkan terima kasih. Kami sangat mengharapkan terus mendapat bantuan, khususnya armada perikana yang saat ini masih kurang untuk memenuhi kapasitas cold stoage yang saat ini setidaknya sudah tersedia 9 unit,” ujar Hamim yang menambahkan bahwa selain sektor perikanan, kabupatennya sedang menggalakkan juga wisata bahari. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments