KKP dan Polsek Keritang Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 32 Miliar

27

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Wilayah Kerja Karantina Ikan Tembilahan Provinsi Riau bersama Polsek Keritang berhasil menggagalkan penyelundupan bibit lobster liar senilai Rp 32 Miliar.

Bibit lobster dibawa oleh 4 pelaku dari Kota Jambi dan diduga akan diselundupkan ke Singapura. Pelaku tersebut adalah Zainal Arifin (50 tahun), Afdilla Riandi Syadun (22 tahun). Keduanya tercatat sebagai warga Kelurahan Pasir Putih, Kota Jambi. Kemudian Maryanto (45 tahun), warga Kecamatan Jambi Luar Kota Putih, Jambi, dan Radhiyatul Hayat (38 tahun), warga Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Tabir Jambi.

“Empat tersangka ini akan membawa bibit baby lobster ke Singapura, dan kita berhasil menangkapnya di Jalan Lintas Desa Kuala Keritang,” ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, Senin (20/8).

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan di Jalan Lintas Kotabaru-Selensen di Sungai Intan Desa Kuala Keritang oleh sejumlah polisi sekitar pukul 01.30 WIB. Ditemukan 27 kotak bibit lobster (Panulirus spp) sebanyak 202.500 ekor yang dikemas ke dalam 810 kantong plastik.

Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 88 Jo Pasal 17 Ayat (1) dan atau Pasal 100 Jo Pasal 7 Ayat (2) huruf q UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Diduga, benih-benih lobster berasal dari wilayah pesisir Barat Pulau Sumatera. Yaitu antara Provinsi Lampung atau Bengkulu. “Kalau dilihat umurnya hampir 8 hari. Karena sudah mulai keruh warna di badannya. Kemungkinan besar benih lobster ini berasal dari Lampung atau Bengkulu,” ujar Kepala Pusat Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Riza Priyatna.

Menurut data KKP, upaya penyelundupan bibit lobster ini adalah yang kedua kalinya terjadi di wilayah Tembilahan Riau, setelah terakhir terjadi pada Maret lalu.

Adapun pemerintah berencana untuk melepasliarkan bibit lobster yang diamankan ini ke wilayah konservasi Pulau Pie, Padang Sumatra Barat. (Dea Radista Rachmi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments