KKP Beri Pelatihan Nelayan dengan Konsep Training of Trainers

295
dok. Pusluh KKP

KKPNews, Jakarta – Guna meningkatkan kualitas nelayan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberikan pelatihan berbasis training of trainers bagi para insan kelautan dan perikanan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KKP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, konsep ini digunakan untuk mengoptimalkan anggaran yang terbatas demi membangun insan perikanan yang terdidik dan terlatih.

“Kita melaksanakan training of trainers ini, karena permintaan terhadap nelayan yang terdidik dan terlatih sekitar sekian ratus ribu orang setiap tahunnya. APBN kita tidak mungkin bisa memenuhi itu, makanya maka kita bikin training of trainers untuk 6.000 orang. Kita harapkan, 6.000 trainers yang kita lahirkan ini bisa melakukan kegiatan pelatihan lagi kepada nelayan lainnya,” ungkap Rifky di Jakarta, Senin (27/2).

Menurut Rifky, KKP telah menyiapkan enam balai diklat dan pelatihan, lima diperuntukkan bagi masyarakat, dan satu bagi aparatur. Untuk pelatihan masyarakat, KKP membangun Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) di Medan, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon. Sementara itu, bagi aparatur KKP membangun satu Balai Diklat Aparatur (BDA) di Sukamandi, Subang.

Rifky mengatakan, pelatihan yang diberikan akan dilakukan secara lebih mendalam daripada yang sudah-sudah. KKP tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melanjutkannya dengan program sertifikasi bagi para peserta, sehingga mereka memiliki kompetensi dan kapasitas sebagai pelatih.

“Kalau yang dilatih 6.000 orang ini bisa memberikan pelatihan kepada 30 orang lain misalnya, artinya dalam tempo satu tahun kita menghasiklan 6.000 x 30 yaitu 180.000 orang tenaga yang terlatih. Tahun depannya, yang terlatih ini akan menghasilkan tenaga terlatih lagi. Jadi akan ada pertumbuhan tenaga terlatih ini terus menerus,” papar Rifky.

Diakui Rifky, pelatihan yang dilakukan juga bertujuan untuk mendukung kegiatan di lingkup Eselon I KKP. Misalnya dalam sosialisasi peralihan alat tangkap ikan cantrang ke alat tangkap yang ramah lingkungan, KKP memberikan pelatihan kepada 390 nelayan di 12 Kabupaten/Kota di sembilan provinsi.

“Jadi yang kita latih itu (peralihan alat tangkap cantrang) nahkoda-nahkoda. Kita ajak kerja sama Masyarakat Perikanan Nasional (MPN) yang memayungi beberapa asosiasi, sehingga mereka memberikan masukan data anggota-anggotanya yang valid, anggota-anggotanya yang bisa dilatih untuk peralihan ini. Nanti mereka kembali ke daerah sebagai pelatih lagi, yaitu training of trainers. Jadi mereka yang menjelaskan cantrang seperti apa, bagaimana penggunaan gillnet yang baru, dan sebagainya. Kita harapkan dengan begitu, proses peralihan ini akan lebih smooth, lebih soft,” ungkap Rifky.

Ke depan, Rifky berharap agar insan perikanan Indonesia terus tumbuh dan berkembang, serta mampu ambil bagian dalam geliat ekonomi nasional.

Penulis: Ade Fitria Nola      ||      Editor: Diding Sutardi

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (66.7%)
  • Senang (33.3%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments