Kawal Statistik Perikanan, Pemerintah Gandeng FAO Kelola Data

559

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) untuk mengelola data perikanan Indonesia, mulai dari perikanan tangkap hingga budidaya. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo dalam acara Regional Workshop Towards Small-Scale Fisheries and Aquaculture Data Collection, di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Senin (7/3).

Budi mengatakan, salah satu alasan FAO menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan workshop ini karena FAO menilai Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip strategi global pengelolaan data dengan memanfaatkan secara optimal hasil dari Sensus Pertanian yang dilakukan oleh BPS. Sensus Pertanian tersebut dikembangkan KKP dalam kerangka survei dengan menggunakan metodologi yang disesuaikan dengan karakteristik pengelolaan data sektor kelautan dan perikanan.

“Tujuan diselenggarakan workshop ini untuk memperkenalkan konsep pedoman penguatan statistik perikanan tangkap dan perikanan budidaya melalui kerangka sensus. Setelah itu, menyosialisasikan penggunaan pedoman ini untuk memperbaiki sistem pendataan dan statistik perikanan tangkap dan perikanan budidaya berbagai negara, khususnya kegiatan skala kecil”, paparnya.

Adapun tujuan lain dari digelarnya workshop ini adalah mengoptimalkan fungsi buku pedoman dan kuesioner yang telah disusun FAO untuk mengukur pengaruh efek dari hasil survei pertanian, perikanan dan budidaya. Dalam workshop yang digelar selama dua hari, dari 7 – 8 Maret 2016 tersebut, juga dikembangkan pemikiran-pemikiran menyusun statistik perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang terintegrasi secara nasional antara sensus dan survei nasional.

Workshop tersebut akan dihadiri perwakilan dari 8 negara, yaitu Kamboja, Korea, Malaysia, Maldives, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam. Hadir pula perwakilan dari 4 organisasi internasional yaitu NACA (Network on Aquaculture Centre in Asia Pacific) , SEAFDEC (South East Asia Fisheries Development Centre), GS/FAORAP (Global Strategy FAO Regional), dan FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations). (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (80.0%)
  • Tidak Peduli (6.7%)
  • Terganggu (6.7%)
  • Marah (6.7%)
  • Takut (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments