Kalender Prediksi Kematian Massal Bantu Pembudidaya KJA Cegah Kerugian

45
Gelaran konferensi pers mengenai Kematian Massal Ikan di Jakarta, Kamis (13/9). Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Jakarta – Kepala Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Toni Ruchimat dalam gelaran konferensi pers ‘Kematian Massal Ikan’ mengatakan, berdasarkan hasil penelitian di lapangan, terdapat tiga kategori dalam kalender Prediksi Kematian Massal yang patut dicermati, yakni kategori aman, waspada, dan bahaya.

“Pada kategori aman, para pembudidaya KJA dapat melakukan kegiatan budidaya sesuai dengan standar dan daya dukung serta zonasi yang telah dilakukan. Sedangkan pada kategori waspada, para pembudidaya KJA di minta untuk mengurangi pemberian pakan, kurangi padat tebar ikan dalam KJA, memperhatikan perubahan kondisi lingkungan perairan, hingga melakukan panen lebih awal,” tutur Toni di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (13/9).

Di samping itu, lanjut Toni, terdapat peringatan dini yang harus dicermati para pembudidaya KJA, yakni jika temperatur air di KJA rendah, oksigen terlarut rendah (<3mg/L), angin dan mendung sepanjang hari, serta terjadi hujan lebat terus menerus, maka dipastikan akan memasuki kategori bahaya.

“Memasuki kategori bahaya, seluruh pembudidaya diminta untuk melakukan pemanenan ikan yang siap panen, menghentikan kegiatan budidaya, memelihara ikan yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek, penambahan aerasi, serta relokasi KJA ke lokasi yang lebih dalam,” jelasnya.

Bersamaan dengan kalender prediksi kematian massal, BRSDM juga memiliki skema alur penanganan kematian massal ikan di KJA sebagai cara penanganan kematian massal ikan di KJA. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments