Jaga Laut, KKP Beri Kacamata Selam bagi Anak-anak Pesisir

85
Anak-anak Desa Bone Baru, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah mencoba kacamata goole bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (15/5) lalu. Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencanangkan adanya program pemberian kacamata selam bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir atau daerah yang memiliki potensi wisata bahari. Menurut dia, selama ini anak-anak di wilayah pesisir hanya menyaksikan wisatawan mengenakan kacamata, bermain-main di perairan sekitar tempat tinggal mereka, tanpa pernah tahu keindahan apa yang ada di bawah sana. Anak-anak ini tidak memiliki kacamata selam sehingga mereka tidak bisa melihat keindahan dan kekayaan di perairan tempat mereka berdiam.

Menteri Susi meyakini, anak-anak pesisir ini sudah biasa berenang di lautan, tetapi mereka tidak bisa melihat dengan jelas dan mudah apa saja yang ada di bawah sana. “Kita selalu bilang ke mereka, hai kawan-kawan, kalian harus menjaga lautan, terumbu karang, dan semuanya yang sangat indah di bawah air. Mereka hanya terbelalak tanpa mengerti mengapa kita berkata seperti itu,” tutur Menteri Susi.

Hal ini yang menjadi dasar pemberian kacamata selam bagi anak-anak di wilayah pesisir. Menurutnya, anak-anak harus mengerti mengapa mereka harus menjaga karang, ikan, kebersihan, dan semua ekosistem laut yang ada di sekitar mereka.

“Saya sadar pada saat itu, bagaimana kita bisa meminta dan mendorong mereka untuk menjaga keindahan dunia bawah laut, jika mereka sendiri bahkan tidak tahu keindahan apa yang ada di bawah sana,” lanjut dia.

Menteri Susi berjanji, ia akan segera merealisasikan program ini dan memberikan kacamata selam kepada anak-anak di daerah yang memiliki potensi wisata bahari. “Ketika saya kembali ke Banggai dan memberikan anak-anak di sana kacamata selam, mereka berenang dan semuanya terpana dengan jernihnya air dan cantiknya terumbu karang di bawah laut. Mereka terkagum-kagum,” kenang dia.

Program serupa pun juga akan dilakukan di berbagai wilayah pesisir lainnya seperti Biak, Fakfak, Papua Barat, dan lainnya. (Dea Radista Rachmi/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments