Jaga Kelestarian Pesisir, SKIPM Cirebon Tanam 1.000 Pohon Bakau

30
Dok. Cirebon Pos

KKPNews, Cirebon – Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon Obing Hobir As’ari mengungkapkan, dalam upaya pelestarian kawasan pesisir, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penanaman setidaknya 1.000 pohon bakau atau mangrove di Pantai Klayan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (5/5).

Menurut Obing, hutan bakau tersebut akan melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya abrasi pantai, melindungi daerah di belakangnya dari hempasan gelombang dan angin kencang, serta mencegah intrusi air garam ke arah darat.

“Secara keseluruhan hutan mangrove sebagai sumber daya alam daerah tropis memiliki banyak manfaat, baik secara sosial, ekonomi, maupun ekologi,” jelasnya.

Obing mengharapkan kerja sama seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali untuk berperan dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove.

Sejumlah pihak lainnya seperti PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar juga telah melestarikan mangrove. Perusahaan itu mengembangkan kelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Pada 2018, kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi dan ekowisata mangrove terpadu,” ujar Komisaris PT PJB, Defy Indiyanto Budiarto.

Defy mengatakan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar mendukung pencapaian “sustainable development goals” (SDGs) dengan sasaran pengembangan di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan menitikberatkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. (Tiyas Kusumawardhani/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments