Indonesia Penuhi Komitmen Pelestarian 20 Juta Hektar Laut

27
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat membuka Our Ocean Conference 2018, Senin (29/10) di Bali Nusa Dua Convention Center. Dok. Humas KKP/Regina Safri

Bali – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia telah memenuhi komitmennya untuk melestarikan 20 juta hektar laut, dua tahun lebih cepat dari target awal yang diproyeksikan pada 2020 mendatang. “Kita harus berani dalam membuat komitmen dan dalam melaksanakan tindakan nyata yang dimulai dari kita masing-masing,” ungkap presiden saat memberikan sambutan pada pembukaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali Nusa Nua Convention Center, Bali, Senin (29/10).

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan OOC kelima. Selama ini, Indonesia juga telah menunjukkan komitmen dan langkah-langkah yang berkontribusi secara positif terhadap konservasi kemaritiman,  Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendesak semua peserta OOC untuk mengambil tindakan nyata melalui sinergi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan.

Presiden menilai, praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing merupakan tantangan utama dalam menjaga lautan sebagai hidup dan sumber kehidupan serta masa depan bumi. Menurutnya, illegal fishing saat ini bukan hanya persoalan penangkapan ikan secara ilegal, tetapi juga mencakup perampokan, perdagangan manusia, penyelundupan obat-obatan, pencemaran air, dan perbudakan.

Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan, sekitar 26 juta ton ikan senilai USD 10-23 miliar ditangkap secara ilegal per tahunnya.

Lebih lanjut presiden menjelaskan bahwa sumber daya maritim bernilai sekitar USD 24 triliun. Jutaan orang bergantung pada sektor perikanan dan rantai pasokannya. Hampir setengah dari populasi dunia hidup dalam radius 100 km dari laut. Belum lagi lainnya sumber daya alam yang terkandung di bawah laut.

Presiden juga menginginkan agar hukum internasional dapat berfungsi untuk menyelesaikan berbagai konflik maritime antarnegara agar tidak menimbulkan ancaman terhadap stabilitas global.

Presiden juga berpesan agar kesehatan laut lebih diperhatikan. “Lautan kita terancam oleh sampah plastik, polusi air, perusakan terumbu karang, peningkatan suhu laut, naiknya permukaan laut, dan sebagainya. Jangan terlambat untuk mengambil tindakan dalam melindungi lautan kita. Semua negara harus berkolaborasi dalam menanggulangi masalah dan dalam mengoptimalkan manfaat lautan untuk kebaikan bersama,” tuturnya.

Presiden percaya, dunia membutuhkan kerja sama, kolaborasi, dan multi-stakeholder di tingkat kemitraan nasional dan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama yang terkait dengan konservasi laut. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Takut (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments