Indonesia dan Norwegia Perkuat Hubungan Melalui Sinergi PTT dan Penyelenggaraan OOC

65
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan Utusan Khusus Perdana Menteri Kerajaan Norwegia untuk Panel Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan Vidar Helgessen, Rabu (6/6). Dok. Humas KKP

KKPNews, Oslo – Dalam kunjungan kerjanya di Norwegia, selain bertemu Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg, Rabu (6/6) Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga bertemu dengan Utusan Khusus Perdana Menteri Kerajaan Norwegia untuk Panel Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan (Special Envoy of the Prime Minister Kingdom of Norway for the High Level Panel on Building Sustainable Ocean Economy) Vidar Helgessen. Turut hadir mendampingi Menteri Susi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia Todung Mulya Lubis; Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo; Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Sjarief Widjaja; dan Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Norwegia membicarakan pembentukan High Level Panel on Building Sustainable Ocean Economy (selanjutnya disebut dengan Panel Tingkat Tinggi/PTT) yang telah diumumkan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg dalam World Economic Forum di Davos, Januari 2018 lalu. Pembentukan PTT ini didasarkan pada kebutuhan yang terus meningkat terhadap makanan, energi, obat-obatan, mineral, dan transportasi yang bersumber dan bertumpu pada laut.

Menurut Helgessen , PTT ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran di tingkat global mengenai pemanfaatan laut secara berkelanjutan (sustainable use of the ocean) dan ekonomi laut yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan vital dunia di saat ini dan masa mendatang. Dengan PTT ini, akan disampaikan rekomendasi kebijakan dan aksi di tingkat global pembangunan ekonomi kelautan yang berkelanjutan (sustainable ocean economy) kepada PBB di tahun 2020 (UN Ocean Conference 2020).

Indonesia menjadi salah satu negara yang siap menjadi anggota PTT dengan kesediaan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Selain Indonesia, beberapa kepala pemerintahan negara lain juga telah menyatakan kesediaannya, di antaranya PM Austalia, PM Jepang, Presiden Mexico, PM Fiji, Presiden Chile, Presiden Palau, PM Portugal, Presiden Ghana, Presiden Guinea, Presiden Namibia dan Presiden Jamaica, dan PM Norwegia sebagai penggagas.

“Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang nomor 1 di Asia, kami menilai Indonesia merupakan key partner country yang sangat tepat dan sesuai dengan inisiatif PPT ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan partisipasi aktif Presiden Indonesia dalam pertemuan pertama PTT di UN New York, pada 23 September 2018 mendatang,” ungkap Helgessen.

Ia juga menyampaikan harapan agar Indonesia mengutus perwakilan dalam Inaugural Sherpa Meeting of the Panel pada tanggal 19 Juni 2018 ini. “Sherpa meeting pertama ini akan membahas persiapan dan langkah langkah kerja PTT, dan akan dihadiri oleh PM Erna Solberg dan Sekjen PBB Antonio Guterres,” lanjut Helgessen.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Susi kembali menegaskan komitmen dan dukungan Indonesia atas pembentukan PTT. Oleh karena itu, ia mengundang PM Norwegia untuk turut serta dalam penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 guna memperkuat hubungan Indonesia – Norwegia melalui sinergi PTT dan OOC.

“Saya berharap, PM Norwegia dapat hadir dan memberikan keynote speech dalam Our Ocean Conference 2018 di Bali. Dengan demikian, PTT dan tradisi tahunan Our Ocean Conference dapat bersinergi lebih kuat,” pungkas Menteri Susi. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments