Gerakan Cinta Laut: Tumbuhkan Kepedulian Jaga Kelestarian Ekosistem Laut

161
Rangkaian Kegiatan Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) di umi Perkemahan Pamugaran, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (15/10). Dok. Humas KKP/Okky Adhitia

KKPNews, Jakarta – Begitu beragam potensi sumber daya laut di Indonesia. Keindahan sumber daya laut tentunya dapat mendatangkan pendapatan nasional, yakni dengan mendorong industri perikanan dan melalui wisata bahari. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Gerakan Cinta Laut (Gita Laut).

Gita Laut merupakan kegiatan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP dengan tujuan menumbuhkan rasa memiliki dan peduli pada kelestarian ekosistem laut. Selain itu, Gita Laut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan pada budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim.

Sasaran dari acara ini adalah terwujudnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dengan semangat kemaritiman dan budaya bahari. Beragam rangkaian kegiatan Gita Laut telah disenggelarakan oleh KKP, diantaranya Gerakan Bersih Pantai dan Laut, Jambore Pesisir, Ayo Tumbuhkan Mangrove, Sekolah Pantai Indonesia, Adopsi Desa Pesisir dan Festival budaya Pesisir.

Salah satu kegiatan dari Gerakan Cinta Laut adalah gerakan bersih pantai dan laut. Gerakan ini merupakan bentuk apresiasi cinta terhadap pantai dan laut dengan cara membersihkan laut dari sampah-sampah plastik dan menjaga dari pencemaran lingkungan di wilayah laut dan pesisir pantai. Pada 2017, Gerakan Bersih Pantai dan Laut diselenggarakan di empat kota berbeda yaitu Labuan Bajo, Kota Batam, Kota Cirebon, Wakatobi dan Bali. Sekolah Pantai Indonesia dan Jambore Pesisir disenggelarakan di Aceh, Jawa Barat, DKI Jakarta, Papua. Lomba ajang kreativitas yang diselenggarakan oleh KKP dalam bentuk lomba desain poster, karya tulis ilmiah, cipta iklan layanan masyarakat dan foto gerakan cinta laut.

Kampanye ini dibentuk dengan tujuan untuk membangun kepekaan dan kecintaan masyarakat terhadap laut Indonesia. Dengan kampanye ini, diharapkan masyarakat terus berpartisipasi dalam menjaga dan mengawal kelestarian ekosistem laut Indonesia. (Garry Achmad/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Marah (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments