Gelar Penyuluhan, BKIPM Ajak Warga Perhatikan Kualitas Daging Ikan

46

JAKARTA – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menggelar penyuluhan mengenai cara memilih ikan yang baik dan tak mengandung formalin. Penyuluhan tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan warga yang sedang berolahraga di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada Minggu (22/4).

Kepala BKIPM Rina mengungkapkan, penyuluhan ini dilakukan agar warga dapat memilih ikan yang baik dan segar. Pasalnya selama ini kerap ditemukan ikan berformalin dan sangat merugikan masyarakat. “Upaya ini yang tengah kami gencarkan di seluruh Indonesia hingga bulan Mei mendatang,” ungkapnya.

Lebih jauh Rina menjelaskan cara memilihi ikan yang baik, yakni dengan melihat kondisi mata ikan, menekan tubuh ikan dan melihat sekeliling ikan apakah ada lalat atau tidak. “Kalau daging ikan bila ditekan terasa kenyal, itu bagus. Bila di sekeliling ikan tak ada lalat, sudah pasti ikan itu mengandung formalin,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, BKIPM juga menyediakan satu mobil pengujian. Hal itu agar warga paham akan pengujian dan bahan berbahaya atas ikan yang mengandung bahan pengawat jenazah tersebut. “Mobil itu juga akan berputar ke semua wilayah untuk memberikan pemahaman bagi warga,” lanjutnya.

BKIPM terus berupaya memberi edukasi kepada warga akan jenis-jenis ikan yang bisa dikonsumsi. Pasalnya selama ini warga hanya rutin makan ikan lele, tongkol, dan lainnya tanpa peduli ikan yang mengandung protein lebih banyak. “Apalagi di Indonesia tersendiri tersimpai kekayaan alam atas lautnya yang dipenuhi ribuan jenis ikan,” lanjut Rina.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Uji Standar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) berkolaborasi dengan BKIPM Jakarta I.

Diharapkan kegiatan ini dapat memberi informasi dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap kualitas produk perikanan. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments