Gantikan Daging, KKP Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan

22
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa harga berbagai jenis ikan sebenarnya lebih murah bagi konsumen dibandingkan dengan daging jenis lainnya, sehingga diharapkan semakin banyak warga yang mau menyantap ikan. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Rifky Effendi Hardjianto mengatakan, harga rata-rata daging sapi, daging ayam ras, dan daging kambing di tingkat konsumen lebih mahal dibandingkan hraga rata-rata ikan bandeng, tongkol, kembung, dan patin.

“Ada dua hal yang diamanatkan ke KKP terkait dengan Instruksi Presiden RI Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yaitu meningkatkan dan memperluas pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) pada masyarakat serta mengawasi mutu dan keamanan hasil perikanan. Terkait dengan penanganan stunting, ikan dalam posisi yang strategis, hal ini karena ikan memiliki keunggulan nutrisi dibandingkan dengan sumber protein lainnya. Ikan juga memiliki keragaman jenis yang sangat tinggi dan tersedia di sepanjang tahun. Selain itu, potensi produksinya juga sangat besar dan secara ekonomi kandungan lokal sangat tinggi sehingga dapat menghemat devisa,” terang Rifky di Jakarta, Kamis (5/7).

Ia menambahkan, program Gemarikan yang saat ini gencar di lakukan KKP belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak untuk dapat membantu menyebarluaskan ajakan makan ikan ini.

Pada tahun 2018, KKP menargetkan angka konsumsi ikan di Indonesia 50,65 kg/kapita/tahun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 47,34 kg/kapita/tahun. Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan sedikitnya 800.000 ton tambahan ikan ke pasar domestik dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini perikanan tangkap maupun budidaya memiliki target produksi sekitar 7.000.000 ton, hal tersebut juga dinilai lebih dari cukup. “Pertumbuhan angka konsumsi ikan di Indonesia belakangan ini cukup baik, hanya saja konsumsi ikan masyarakat di Pulau Jawa dan Lampung masih jauh tertinggal dibanding wilayah lainnya di Indonesia,” pungkas Rifky. (Cheza Andjani/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments