Galangan Nasional Bangun 8 Kapal

536
copyright by google.com

Suara Karya, Tiga perusahaan galangan kapal nasional menangani lelang pembangunan kapal navigasi milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub senilai Rp 450 miliar. Ketiganya adalah PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, PT Multi Prima dan PT Citra Shipyard.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit mengatakan, pembangunan delapan unit kapal tersebut merupakan bagian dari program pem?bangunan 190 unit kapal untuk periode 2015-2017 dengan total anggaran Rp 11 triliun lebih.

Hingga saat ini kami sudah mulai membangun sekitar 20 unit kapal berbagai ukuran, baik untuk Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut, Direktorat Kenavigasian, dan Direktorat KPLP, kata Bobby, usai menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan delapan unit kapal antara Pejabat Pembuat Komitmen Ditjen Kenavigasian, Fini MT dengan tiga perusahaan galangan kapal nasional pemenang tender, Rabu (7/10).

Delapan kapal navigasi itu, meliputi tiga unit kapal induk perambuan (buay vessel) dengan nilai kontrak Rp 369,68 miliar untuk masa waktu penyelesaian 660 hari, tiga unit kapal pengamat perambuan (inspection boat) senilai Rp 102,196 miliar. Sedangkan dua unit kapal sejenis yang dibangun selama 450 gari kalender senilai Rp 68,210 miliar.

Kapal induk perambuan ini, kata Bobby, rencananya akan ditempatkan pada tiga pangkalan distrik navigasi kelas I . Yaitu Bitung, Sorong, Makassar. Sedangkan kapal pengamat perambuan akan di tempatkan di pangkalan distrik navigasi kelas II Teluk Bayur, Benoa, Kupang, Sa?bang dan Sobolga.

Kapal-kapal jenis ini sangat dibutuhkan untuk mengamankan wilayah perairan Indonesia dari tindakan kejaharan, sekaligus sebagai keselamatan pelayaran. Hal ini seiring dengan pelaksanaan program tol laut dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Ini adalah jawaban kami untuk mendukung program pemerintah, katanya.

Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Bambang Wiyanto mengatakan, pembangunan 8 unit kapal navigasi tersebut untuk meningkatkan kinerja kenavigasian, terutama dalam melakukan pengawasan, penjagaan, dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP).

Kami berharap dengan bertambahnya kapal navigasi dapat lebih menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, katanya.

Pembanguna kapal dibiayai oleh APBN untuk masa kontrak pembangunannya antara 450 hingga 660 hari kalender. Kapal-kapal navigasi, menjadi kebutuhan utama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments