Forum Koordinasi Data KKP Dorong Percepatan Program Satu Data

287
Satu Data Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontali dok. KKP

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan forum koordinasi data kelautan dan perikanan di Jakarta, pada 6-7 Maret 2017, guna membentuk standarisasi dan konsolidasi data kelautan dan perikanan Indonesia. Forum ini merupakan langkah percepatan program Satu Data yang merupakan program prioritas KKP.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (Pusdatin) KKP Budi Sulistyo mengatakan, KKP butuh data yang terstandarisasi dan terkonsolidasi untuk mendukung kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bangsa. Data tersebut diharapkan dapat digunakan untuk perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, kebijakan teknis, peraturan, perencanaan dan pengambilan keputusan.

“Kita ingin memiliki data kelautan dan perikanan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel. Sehingga dengan data itu kita dapat membentuk perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang tepat guna dan cepat,” ungkap Budi saat membuka forum koordinasi di GMB IV KKP, Jakarta, Rabu (6/3).

Dalam acara tersebut, turut hadir Dinas Kelautan dan Perikanan dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Mereka datang untuk mendiskusikan Standard Operational Procedure (SOP) Satu Data KP dan konsep penghitungan data kelautan antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Budi, keberhasilan program Satu Data ini sangat bergantung pada peran serta pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh integritas dan disiplin. “Agar Satu Data kelautan dan perikanan dapat segera diimplementasikan, koordinasi antara pusat dan daerah sangat diperlukan,” tambahnya.

Adapun Budi menambahkan, prioritas bantuan daerah diarahkan untuk mencapai kecepatan ketersediaan data, keakuratan dan kelogisan data, serta kerjasama dan koordinasi.

Budi mengungkapkan, sebelumnya, tim Satu Data KP telah melaksanakan beberapa uji coba di beberapa daerah seperti uji petik survei produksi dan uji listing pelaku usaha perikanan. Uji petik survei produksi dilaksanakan selama 17 sampai 21 hari kerja (11 Oktober 2016 – 31 Oktober 2016) di Kabupaten Bogor dan Cirebon, dengan responden nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pedagang pasar, unit pengolahan ikan (UPI), dan cold storage. Adapun uji listing pelaku usaha perikanan dilakukan di beberapa daerah seperti Kecamatan Kadanghaur Kabupaten Indramayu dan Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Dari uji coba tersebut, tim Satu Data berhasil mengumpulkan data seputaran perikanan tangkap di laut, perikanan budidaya, pengolahan ikan modern dan tradisional, dan perdagangan ikan. “Mengingat kompleksnya data yang harus kita kumpulkan dari berbagai daerah dengan berbagai masalah, maka kita harus membentuk rencana aksi yang dapat dilakukan bersama,” tandas Budi.

Penulis: Ade Fitria Nola      ||      Editor: Diding Sutardi

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments